Cetak
Dilihat: 1079

Pati Kota – Belasan guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Pati tahun ini menerima bantuan kesejahteraan dari Pemkab. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan beberapa hari menjelang lebaran.
Meski jumlahnya belum seperti yang diharapkan, namun perhatian Pemkab Pati dengan pemberian bantuan kesejahteraan itu, dapat membantu meringankan para guru Madrasah Diniyah. Terutama untuk memenuhi sebagian kebutuhan lebaran.

“Memang belum sesuai dengan harapan tetapi Rp.500ribu itu kali sekian puluh ribu guru MaDin. Memang keuangan Pemkab Pati belum mampu mencukupi yang lebih banyak lagi. Setidaknya dapat meringankan mereka menghadapi lebaran ini,” demikian ungkap Bupati Haryanto, saat diwawancara radio PAS, Jumat (23/6).
Bupati Haryanto mengatakan, bantuan untuk guru Madrasah Diniyah tersebut, merupakan tambahan kesejahteraan, yang masih kecil nilainya. Bantuan kesejahteraan itu diberikan kepada hampir 13ribu guru MaDin. “Ini murni dari APBD, dan itu sudah kita tuangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati, dan kita Perda-kan yang kita tuangkan setiap tahun, dengan prosentasi kenaikan sedikit dari tahun ke tahun yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” tutur Haryanto.
Bupati Pati, Haryanto mengatakan, besaran bantuan kesejahteraan bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) tahun ini yang dianggarkan Pemkab Pati, naik Rp. 100ribu dari tahun sebelumnya yang hanya Rp.400ribu/guru. Total bantuan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah yang sudah tersalurkan seluruhnya mencapai Rp. 6,5 milyar.(•)

PAC GP Ansor Gabus Mata-Matai Setiap Gerakan Radikalisme
Pati, Jawa Tengah – Peran masyarakat penting dalam menangkal setiap ancaman upaya memecah belah bangsa dan negara, termasuk radikalisme dan terorisme. Seperti halnya, Gerakan Pemuda Ansor di Kecamatan Gabus, yang belakangan menyatakan sikapnya dengan terang-terangan, akan mengawasi setiap gerakan kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme.
Munculnya paham-paham yang diekspor negara lain ke Indonesia, seperti radikalisme, terorisme, termasuk ISIS dan kelompok intoleran, butuh peran serta masyarakatnya untuk mengantisipasi. Minimal membendung paham-paham tersebut, agar tidak merebak dan merusak sendi-sendi kehidupan di masyarakat.
Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gabus, Abdul Jalil mengatakan, banyaknya paham yang masuk ke Indonesia yang bertolak belakang dasar dan landasan NKRI belakangan ini, kurang simpati. Karena dalam perkembangannya justru mengajarkan intoleran terhadap kebudayaan dan keberagaman yang ada di Indonesia.
“Padahal kita tahu sebuah agama itu memiliki landasan rahmatan lil alamin di semua lapiran masyarakat,” terangnya.
Abdul Jalil mengaku, pihaknya tahu adanya gerakan-gerakan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu untuk menancapkan pengaruh radikal, maupun intoleran kepada masyarakat.
“Saya tahu bahwasanya, di setiap desa ada anggota GP Ansor. Sehingga jangan sekali-sekali anda bergerak, terutama HTI, kami akan memata-matai. Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan ,” ujarnya.
Kebulatan tekad GP Ansor di Kecamatan Gabus itu, telah dideklarasikan pula dihadapan Forkompincam setempat belum lama ini.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s