Cetak
Dilihat: 1126

Pati – Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya mengurangi angka pengangguran. Salah satu upayanya, menyelenggarakan job market fair secara rutin setiap tahun, untuk memberikan peluang kerja bagi para pencari kerja. Data statistik kehadiran invetasi di Kabupaten Pati, mampu mengakomodir tenaga kerja. Setidaknya 3ribuan pencari kerja kini telah tertampung di sejumlah pabrik yang berinvestasi di Pati. Seperti di PT. Dua Putra. Meski, Pemerintah mempersilahkan warganya bila ada yang hendak bekerja di keluar negeri, sebagai TKI/TKW.

Usai membuka Job Market Fair di Gedung Korpri, Kamis pagi (3/8), Bupati Pati Haryanto mengatakan,  semakin banyak investasi di wilayahnya,  akan tetap berkontribusi membantu masyarakat dalam mencari pekerjaan, dan tidak harus ke luar negeri.
“Tapi saya pun tidak melarang untuk ke luar negeri, kalau memang di sini itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, kemudian juga masuk di perusahaan cukup di sini saja. Karena mungkin terbatasnya lapangan pekerjaan, bisa jadi ke luar negeri. Oleh karena itu Job market Fair ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tentunya adalah peluang pekerjaan,” katanya.
Haryanto mengatakan, pada penyelenggaraan job market fair Pati sendiri, ada sekitar 4ribuan lowongan pekerjan, sesuai strata atau jenjang pendidikan.  Setidaknya, dari total lowongan pekerjaan yang ditawarkan itu, setidaknya separuhnya, warga Pati bisa merebut kesempatan kerja, untuk mengurangi tingkat pengangguran di Pati.
“Kalau penurunan angka pengangguran dari 2012 dulunya 13,7% Sekarang 4,6% . Berarti setiap tahun diadakan job market itu, tujuannya adalah untuk memberikan peluang kesempatan pekerjaan kepada masyarakat. Mudah-mudahan nanti ke depan ini, saya juga memberikan izin-izin perusahaan ada yang pengalengan ikan, ada yang Gudang Garam, pasti karyawannya mayoritas pasti dari Pati itu akan mengurangi tenaga kerja,” tuturnya.
Saat membuka job market fair Pati 2017, Bupati Haryanto juga berwawancara dengan tiga pemuda Pati yang kini mulai merintis usaha mandiri dengan membuka lapangan pekerjaan dari uang hasil kerjanya, setelah kontrak kerjanya selama 3 tahun selasai sebagai TKI di Jepang. Serta melakukan wawancara jarak jauh menggunakan jaringan internet dengan dua pemuda asal Pati yang kini bekerja di perusahaan di Jepang.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s