Pati, Kota – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati akan segera memutuskan sengketa Partai Amanat Nasional (PAN) dan KPU, soal laporan awal dana kampanye (LADK), yang tidak mengakomodir partai tersebut sebagai peserta Pemilu 2019.
Setelah mediasi secara berjenjang antara pengurus PAN dan Komisioner KPU Kabupaten Pati menemukan kesepakatan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera memutuskan sengketa antara parpol dan penyelenggara pemilu tersebut.

“Gugatan PAN yang ditujukan kepada KPU Kabupaten Pati itu mengenai tidak terakomodirnya PAN pada Pemilu 2019, yang dibuktikan dengan BA Nomor 318/BA/kpu-kab.pati/X/2018 tentang laporan awal dana kampanye parpol di Kabupaten Pati dan PAN tidak masuk didalamnya,” demikian Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Ahmadi, kepada radio PAS Pati.
Ketua Bawaslu Ahmadi mengatakan, setelah ada sengketa tersebut, pihaknya melakukan mediasi melalui sidang ajudikasi. Namun para pihak (PAN dan KPU) sepakat untuk saling mengakomodir keinginannya. Dimana PAN berharap keputusan KPU dibatalkan dan tidak akan mengulangi hal serupa, sedang KPU bisa menerima keinginan itu dengan catatan PAN melaporkan dari awal dan maksimal diserahkan sehari setelah putusan. “Akhirnya dari mediasi tersebut tercapai kesepakatan dan menjadi berita acara. Nanti kita akan membuatkan putusan yang akan kita bacakan pada Kamis (11/10/2018), di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Ahmadi mengatakan, sengketa itu bermula dari keterlambatan PAN untuk menyetorkan laporan awal dana kampanye (LADK) ke KPU Kabupaten Pati hingga batas waktu yang ditetapkan 22 September 2018. Dan bagi parpol yang terlambat atau tidak menyerahkan LADK, sesuai dengan PKPU Nomor 24 tahun 2018, dianulir dari kepesertaannya sebagai peserta Pemilu 2019.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla