Pati, Kota – Bukan sekadar merasa cinta Indonesia, lebih dari itu bangsa Indonesia wajib merasakan memiliki dan menjaganya keutuhan NKRI dengan membentengi diri dengan Pancasila. Munculnya paham yang ingin merusak Indonesia, merupakan upaya oknum tertentu untuk meluntur rasa cinta Rosul, Ulama, pada penegak keadilan dan Pemerintahan, serta memecah belah Indonesia.

“Kita harus memiliki rasa menghormati nilai Pancasila, sebagai benteng untuk membendung anti Ketuhanan. Oknum-oknum yang berniat menghancur Negara Indonesia, mereka tidak mempunyai rasa dan tidak memahami nilai-nilai Pancasila,” demikian Habib Luthfi bin Yahya dalam mauidloh khasanah pada Silaturahmi Akbar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, serta Pelaksanaan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Kab. Pati di halaman Mapolres Pati, Selasa malam (9/10/2018).
Habib Luthfi asal Pekalongan itu mengingatkan bangsa Indonesia untuk saling memiliki rasa memiliki sebagai bangsa yang besar, untuk membangun ekonomi yang lebih sehat dan baik. Salah satunya dengan membentengi diri dengan Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI. “Kenapa hari Kesaktian Pancasila selalu diadakan peringatan setiap tahunnya karena sejarah Pancasila tidak akan lepas dari kemerdekaan RI. Tokoh-tokoh pendiri Indonesia seperti kalangan para tokoh agama dan ulama jaman dulu merupakan kepanjangan tangan Baginda Nabi yang mempunyai latar belakang berbeda. Pada saat jaman sultan Mahmud telah terjadi ketidakpercayaan kepada ulama serta kepada tentara dan Polisi pada jaman tersebut sehingga paham komunis dapat masuk ke Indonesia,” katanya.
Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, silahturahmi akbar peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu untuk menjalin sinergitas antara ulama, warga masyarakat dengan Polres Pati guna merekatkan persatuan dan menjalin ukhuwah. “Selain itu ini sebagai upaya mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan mewujudkan persatuan dan kesatuan, serta selalu menjaga kebhinekaan. Sebagai kegiatan Satgas Nusantara dalam rangka colling system menjelang Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Pati,” katanya.
Sementara Habib Umar Muthohar berharap pelaksanaan Pemilu tahun ini tidak menimbulkan permasalahan dan perpecahan, justru sebaliknya para pemilih harus cerdas memilih sesuai kehendak pribadi. “Banyaknya para pembuat berita bohong dan saling menjelekan kedua calon Presiden adalah perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab sehingga untuk menyikapi adanya sebaran info di media maka warga harus lebih cerdas demi Indonesia. Demi kebaikan bersama maka perlunya para calon Presiden maupun pendukungnya untuk selalu bertaubat dan beribadah yang baik benar,” katanya.
Turut menghadiri silahturahmi akbar peringatan Hari Kesaktian Pancasila, para habaib, tokoh agama, Wakil Bupati Saiful Arifin, para pejabat Forkompinda, ormas keagamaan, pimpinan parpol, para perwira dan anggota Polres Pati.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla