Cetak
Dilihat: 1433

Pati – Masyarakat kesulitan mendapatkan garam sejak beberapa pekan terakhir. Selain langka di pasaran, harga garam juga semakin mahal. Langka dan mahalnya harga garam di pasaran belakangan ini, akibat produsen garam kekurang pasokan bahan baku. Itu, akibat petani garam gagal panen. Selain itu, juga karena menipisnya stok atau persediaan garam hasil panen 2015 lalu.  

Ketua Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (APROGAKOB) Pati, Budi Satriyono mengungkapkan, selain gagal panen pada 2016, dan mengandalkan persediaan 2015, kelangkaan garam untuk konsumsi maupun produksi belakangan ini,  juga akibat keterbatasan bahan baku yang mengandalkan bahan baku garam import.
“Jadi kita produsen itu mengandalkan untuk produksi itu dari stok 2015. Sehingga  tentunya berimbas pada stok yang semakin tipis. jadi untuk kebutuhan tahun 2017 ini sebetulnya kita sudah dapat supply dari garam impor dari Australia sebagai pelaksanaannya dari PT Garam. Cuma Demak jumlahnya sangat minim sekali untuk kebutuhan produksi garam di Pati khususnya dan di Jawa Tengah umumnya,” katanya.
Ketua Aprogakob Pati, Budi Satriyono menjelaskan, ketika persediaan menipis, secara otomatis terjadi hukum dagang. Karena terjadi kelangkaan barang, memicu peningkatan harga garam di pasaran. Baik itu garam untuk kebutuhan konsumsi, maupun garam untuk kebutuhan produksi.
“Dan kenaikkan harganya sudah diatas kewajaran. Kita produksi saja sekarang, kita untuk ongkos produksi saja, kita untuk kebutuhan bahan baku saja sekarang sudah mencapai harga Rp.4ribu lebih/Kg. Ini, imbas dari kelangkaan bahan baku, sedang Pemerintah sendiri langkahnya lamban. Kemarin, Bu Susi (Menteri KKP) kan mengulur-ulur import. Ya ini akibatnya, memang ternyata datanya enggak sinkron dengan kebutuha,” katanya.
Ketua Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (APROGAKOB) Pati, Budi Satriyono mengaku, selama ini pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi, kelangkaan bahan baku garam, menyusul gagal panen tahun ini. Diantaranya mengusulkan pemenuhan kebutuhan bahan baku garam ke Pemerintah Provinsi maupun ke Pemerintah Pusat. Karena tak kunjung mendapat, sehingga produsen garam di Pati mencari bahan baku garam hingga ke Sulawesi maupun NTB, dengan harga yang jauh lebih mahal. Kemungkinan dalam pekan ini informasinya, bahan baku garam impor, sudah datang.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s