Pati, Kota – Pemerintah Kabupaten Pati maupun Pemerintah Pusat terus memberikan teknologi inovasi budidaya dan teknologi pascapanen ubi kayu. Ini dilakukan Pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan produksi tepung tapioka.
Selama ini pemenuhan kebutuhan bahan baku tepung tapioke atau singkong bagi perusahaan-perusahaan masih kurang. Untuk itu Pemerintah berupaya serius, agar ketersediaan bahan baku singkong dari petani tetap terjaga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati (Dispertan) Muhtar Effendi mengatakan, upaya mendorong petani singkong untuk meningkatkan hasil panennya, diantaranya dengan memberikan teknologi. Baik teknologi inovasi budidaya maupun teknologi pascapanen ubi kayu (singkong), yang menjadi bahan baku industri tepung tapioka. “Mengenalkan varietas baru  dan teknologi budidayanya, termasuk dosis pupuknya. Dari hasil itu ada lima perlakuan varietas, dan pupuknya macam-macam dengan komposisinya. Dan hasilnya ada peningkatan dibandingkan dengan varietas yang selama ini dilakukan oleh Petani di Sidomukti Margoyoso,” katanya.
Muhtar Effendi mengatakan, Pemerintah juga telah merekomendasikan varietas UK 1 Agritan untuk dikembangkan petani singkong di wilayah Kecamatan Margoyoso, disamping penggunaan pupuk dengan dosis yang tepat.  “Disamping itu memberikan pemahaman dosis pupuk yang tepat, sesuai dengan jenis jumlah waktu itu, seperti ini yang dihasilkan. Tidak pasti pupuk yang besar jumlahnya produksinya bagus, terkadang malah berkurang,” katanya.
Luasan panen singkong (ubi kayu) pada 2017 lalu di Kabupaten Pati, tutur Kepala Dispertan Kabupaten Pati Muhtar Effendi, mencapai 16,2ribu hektar, dengan tingkat produksi 43,27 ton/hektar.(●)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla