Penyebaran HIV/AIDS Banyak Ditemukan Pekerja Wiraswasta

Pati – Temuan penyebaran dan penularan HIV/AIDS  belakangan ini lebih banyak dari kalangan pekerja wiraswasta, ketimbang  di lokalisasi atau kompleks prostitusi.  Kebanyakan dari mereka dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Penyumbang HIV/AIDS dalam beberapa kurun waktu ini, terbanyak dari kalangan wiraswasta seperti TKI, tenaga perantauan maupun pekerja serabutan lainnya. Sedangkan di lokalisasi malah mulai berkurang. Selain sudah banyak yang memeriksakan kesehatan secara mandiri, juga karena meningkatnya kesadaran para lelaki hidung belang memakai kondom saat jajan di lokalisasi.

“Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS melalui TKI, harus ditangani lintas sektoral dinas ketenagakerjaan, imigrasi. Karena mereka punya kewenangan tugas menempatkan, mengawasi pra maupun pasca TKI bekerja,” demikian Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Arifin, saat akan memberikan sosialisasi penanganan ODHA bagi bidan di Pati.
Zaenal Arifin mengatakan,  para petugas dari dinas/instansi terkait wajib memberikan pemahaman penyakit dampak negatif  HIV/AIDS, akibat hubungan seks beresiko dengan bergonta-ganti pasangan. Terutama bagi negara tempat tujuan kerja TKI yang terbanyak kasus HIV/AIDS, seperti Malaysia. Sebab, disinyalir banyak TKI yang berhubungan seks bebas, tanpa menggunakan alat pengaman semisal kondom.
“Untuk saat ini kasus HIV/AIDS di Jateng tertinggi dari Kabupaten Grobogan kemudian Semarang. Untuk Kabupaten Pati peringkat lima penderitanya, faktor yang mempengaruhi peningkatan Penderita AIDS yakni dari TKI, serta sering Jajan (Ngeseks) sembarangan,”tuturnya.
Komisi Penanggunlangan AIDS (KPA) Jawa Tengah (Jateng), selama ini telah menemukan 17.600an kasus HIV/AIDS yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota.  9.669 orang diantaranya terjangkiti HIV, 7972 orang sudah terinfeksi AIDS,  serta 1.433 orang diantaranya meninggal dunia.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla