Pati, Kota – Pasangan suami istri di sejumlah desa di Kabupaten Pati akan bersaing dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) pada pertengahan Desember mendatang. Pencalonan yang masih satu rumah satu keluarga itu, menjadi alasan agar penyelenggaraan pilkades tetap berlangsung.
Ketentuan yang mengatur tentang desa, baik Undang-Undang (UU) maupun Peraturan Daerah (Perda) mensyaratkan pilkades harus diikuti dua calon dan paling banyak lima calon. Adanya kekawatiran dan takut pilkades tidak bisa terselenggara, karena hanya ada satu calon, beberapa cakades mengajak istri atau suaminya untuk mencalonkan.

“Cakades yang suami istri itu, tadi yang saya lihat tadi di Desa Pelemgede Kecamatan Pucakwangi, Desa Mojoluhur, Desa Karangmulyo, Desa Jontro Kecamatan Wedarijaksa, Desa Larangan Kecamatan Tambakromo dan banyak kok,” ungkap Bupati Pati Haryanto, usai pembekalan kepada 176 bakal calon dan calon kades yang akan berkontestasi pada 15 Desember 2018.
Selain pasangan suami istri yang ikut mencalonkan diri, kandidat (para kades) lama dan incumbent ikut kembali mencalonkan diri. Hal itu, kata Bupati Pati Haryanto, tidak ada larangan kepada siapa pun, untuk mencalonkan diri, selama mengikuti mekanisme dan prosedur (Perda dan Perbup). “Seperti di Desa Langgenharjo itu calon lama 2003 calon tidak jadi ini mencalonkan lagi, kemudian Desa Bumirejo Kecamatan Juwana lawannya enggak jadi ini maju lagi,  di Desa Semampir Kecamatan Pati juga begitu. Banyak yang kandidat-kandidat lama maju lagi,” jelasnya.
Pilkades serentak 2018 yang akan berlangsung di 61 desa dengan 176 cakades dan bacakades, Bupati Pati Haryanto berharap, masing-masing harus siap kalah dan mampu mengendalikan pendukungnya, untuk menjaga keamanan dan ketertiban desa masing-masing.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla