Pati, Kota – Secara konseptual program sekolah adiwiyata mampu mengefisiensi atau penghematan biaya yang luar biasa. Bahkan, bergabung dengan program sekolah adiwiyata, banyak memunculkan gagasan dan inspirasi bagi guru dan siswa.
Sukses menerapkan program sekolah adiwiyata ini, hanya selembar penghargaan tanpa nominal rupiah sedikit pun. Namun, dibalik itu semua ada kepuasan yang dirasakan oleh seorang guru, bila mampu merengkuh penghargaan di bidang lingkungan hidup itu.  Salah satunya, Widiarso seorang guru, yang kini menjadi anggota tim adiwiyata Kabupaten Pati.

“Kita bisa mencontohkan sekolah yang tadinya kumuh, setelah bergabung program sekolah adiwiyata kita desain menjadi bagus. Sehingga sekolah yang sempit tapi mampu memaksimalkan, bisa mendapat penghargaan adiwiyata. Di Pati sendiri, sekolah yang menjadi sumber inspirasi itu, SDN Karangrejo 1,” tuturnya.
Kelebihan yang menginspirasi sekolah-sekolah lainnya itu, kata Widiarso, SD Negeri Karangrejo 1 itu mampu mengembangkan dan menata tanaman organik dengan baik. Sekolah tersebut dulunya, kumuh. Namun setelah menata diri melalui program tersebut, sekolah itu mendapat penghargaan sekolah adiwiyata tingkat nasional. “Bahkan Kepala Sekolah dan guru-gurunya terus bergerak. Sebagian besar sekolah adiwiyata di Pati itu, karena ada peran dari SDN Karangrejo 1. Sekolah-sekolah yang sudah pernah mendapatkan penghargaan itu, karena di sana mendapatkan hal yang berbeda,” kata Widiarso.
Sekolah-sekolah di Pati yang mampu mengubah dari yang kumuh menjadi sekolah adiwiyata yang menginspirasi sekolah lain,  diantaranya SDN Ngarus, berada di lingkungan yang sempit. Tapi sekolah ini pengelolaan sampahnya luar biasa, SMPN 5 Pati sekolah adiwiyata berliterasi, dan SMPN Wedarijaksa 1 dengan karya-karya peserta didiknya, baik berupa video dan lagu-lagu bernuansa pendidikan, serta SMK Tunas Harapan yang berhasil meraih penghargaan sekolah adiwiyata mandiri.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla