Pati, Kota – Ratusan murid kelas VIII dan IX SMPN 1 Pati bersorak sorai menyambut kedatangan Chistoper Edbert Setiabudi yang datang membawa tropi dan medali emas setelah meraih juara pada kejuaraan dunia karate di Belgia, Selasa pagi (27/11/2018).
Dengan sambutan hangat teman-temannya, Christoper Edbert Setiabudi melangkah memasuki pendopo SMPN 1 Pati. Suasana haru bercampur bangga menyelimuti teman-teman sekelas dan para pendidiknya.
Kepala SMPN 1 Pati Tori Wibisono mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya, yang telah mempersembahkan prestasi yang membanggakan. Bahkan pihak sekolah selalu memberikan tambahan pelajaran kepada Christo, yang masuk di kelas olah raga. Sehingga sekolah bisa mengembangkan pembelajaran akademik maupun nonakademik.

“Sekolah memang selaku mendukung yang dilakukan Christo. Karena sejak dari SD oleh orang tuanya diikutkan di kejuaraan-kejuaraan baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan ke tingkat internasional. Diantaranya dikirim orang tuanya secara pribadi ke Singapura, Thailand, Mexico, dan ke Jepang," katanya.
Christoper Edbert Setiabudi mengaku, prestasi yang diraihnya sekarang ini berkat kedisiplinannya berlatih. Bahkan menghadapi kejuaran dunia yang berlangsung di Belgia, hingga meraih juara dia menyiapkan diri dengan berlatih rutin dan disiplin selama dua bulan. “Latihan setiap hari. Seperti full teknik untuk karate. Untuk mematangkan teknik-tekniknya dia berlatih dengan pelatihnya asal Juwana maupun berlatih sendiri di rumah. Yang sulitnya itu melawan rasa bosan dan males. Meski sedikit terganggu belajarnya, namun tetap berusaha untuk bisa mengikuti pelajaran,” ujarnya.
Christoper Edbert Setiabudi asal Kecamatan Margoyoso ini, merupakan atlet karate andalan Kabupaten Pati baik di Popda, Popnas, PORProv maupun PON dan sering meraih medali emas. Selain gelar juara dunia yang direbutnya di kelas kata di Belgia, gelar yang sama juga pernah diraihnya di Mexico pada 2016 lalu.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla