Pati, Winog – Kisah memilukan menimpa keluarga di Kecamatan Winong. Pasalnya, seorang anggota keluarganya harus meninggal tersambar petir, ketia sedang menanam padi di sawah.
Barangkali bisa menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama petani yang bercocok tanam di sawah, saat cuaca mendung atau gerimis hingga turun hujan. Karena pada kondisi cuaca seperti ini, petir terjadi di tempat dengan hamparan yang luas.

Kamis kemarin (29/11/2018), sekitar pukul 15.30, Sukesi warga Dukuh Tlumun Desa Danyangmulyo Kecamatan Winong, diketahui meninggal dunia di persawahan. Perempuan berusia empat puluh tahun itu, meninggal akibat tersambar petir.
“Sekitar pukul 15.00, hujan turun, namun korban tetap melakukan aktivitasnya, menanam padi. Namun selang setengah jam kemudian, terdengar suara petir menggelegar dan mengenai korban,” demikian ungkap Martono, 45 tahun, suami korban, kepada petugas Polsek Winong.
Martono menjelaskan, sebelum kejadian sekitar pukul 13.30 dia dari rumah berangkat ke sawah bersama Sukesi (istrinya) untuk bercocok tanam padi. Karena turun hujan, dia berhenti dan berteduh. Dan bersamaan dengan suara petir yang menggelegar, korban tersungkur di areal persawahan. Setelah itu, dia bersama Yatman (Perangkat Desa setempat) membawa korban ke klinik kesehatan desa menggunakan mobil milik PT Pos Indonesia yang sedang melintas.  
Hasil pemeriksaan team medis Puskesmas Winong II yang dipimpin oleh dr Basuki Kusyunianto menyimpulkan, korban meninggal dunia murni akibat tersambar petir. “Terdapat luka bakar pada leher belakang tembus dada. Tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan,” katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan disaksikan unsur Forkompincam Winong, jenazah Sukesi diserahkan kepada keluarganya.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla