Pati, Kota – Sebagian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati, melakukan perekaman data e-KTP. Sehingga mereka akan segera memiliki e-KTP yang menjadi persyaratan untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu Serentak 2019.
Dari 359 warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Pati, 250an diantaranya belum memiliki e-KTP. Karena mereka belum pernah melakukan perekaman data e-KTP. Kepemilikan e-KTP ini bukan sekadar untuk kepentingan administrasi saja, tapi juga untuk kepentingan politik mereka. Karena untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu Serentak 2019, setiap WNI yang memiliki hak pilih, harus memiliki e-KTP.

Kepala Lapas kelas IIB diwakili Kepala Sub Regestrasi dan Binkemas Krismiyanto mengatakan, perekaman data dengan jemput bola di Lapas Pati sangat membantu warga binaan untuk bisa memiliki e-KTP. “Sebagian mereka sudah di sini lama. Karena mereka mempunyai perkara hukum, dan mempunyai kekuatan hukum berdasar putusan PN Pati. Ada yang lima tahun ada yang enam tahun, yang mana mereka akan tetap di sini selama menjalani pidananya,” ujarnya.
Pengambilan rekam data e-KTP oleh Disdukcapil bersama KPU terhadap warga binaannya itu, tutur Krismiyanto, menindaklanjuti kebijakan Kemendagri yang akan memblokir data kependudukan bagi warga negara yaang tidak melakukan perekaman data e-KTP. Apalagi e-KTP menjadi persyaratan yang harus ditunjukkan saat pemilihan Pemilu Serentak 2019 mendatang. Tapi pada hari pertama perekaman e-KTP sempat terkendala dengan jaringan internet dan server, sehingga tidak bisa dilakukan. “Jadi kita coba dengan server yang ada di lapas Pati ini ternyata sama. Untuk sementara waktu kita tunggu sampai server membaik," kata Krismiyanto.
Di hari kedua perekaman e-KTP bagi warga binaan Lapas Pati, berlangsung seperti yang diharapkan, sehingga akan terekam semua data mereka hingga 5 Desember mendatang.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla