Pati, Kota – Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diharapkan dapat menjaga marwah etika profesi dokter, dan profesionalitas berorganisasi. Selain itu, seorang dokter juga harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
Masalah kesehatan dari waktu ke waktu tetap sama. Hanya yang membedakan, sekarang ini kedudukan pasien dengan dokter menjadi sejajar.

Sehingga pasien akan dengan bebas mencari dari satu dokter ke dokter terhadap diagnose keluhan kesehatannya. “Mungkin kalau kita ngomong itu adalah era discruption, bagaimana tercabut dari akarnya itu kan terlalu jauh. Tapi bawa di dalam era sekarang ini sebenarnya masalah masakan sama saja zaman dahulu itu mungkin pasien dengan dokter kedudukan yang sama tapi sekarang kedudukannya antara pasien sama. Jadi kalau ada dokter yang satu dengan diagnosa begini, mungkin mereka akan mencari dokter yang lain untuk diagnosa. Tapi kita sebagai dokter harus bisa menjaga marwah dan menjaga profesionalitas,” demikian Ketua IDI Kabupaten Pati, dr Cahyono Hadi usai pelantikan Pengarus IDI Kabupaten Pati periode 2018 – 2022, di pendopo kabupaten, Rabu (5/12/2018).
Ketua IDI Kabupaten Pati periode 2018 – 2022 dr Cahyono Hadi mengatakan, dunia kedokteran dari zaman ke zaman selalu berkembang, mengharuskan seorang dokter harus siap untuk menghadapi tantangan itu. Seperti halnya dengan masalah Jaminan Kesehatan Nasional Keluarga Indonesia Sehat (JKN-KIS) di era asuransi di bidang kesehatan. “Zaman dulu memang kita datang kita bayar, tapi sekarang tidak. Dan ini dokter juga harus memahami hal itu. Karena era mendatangan pasien tidak memilih dokter, tapi memilih rumah sakit karena ketentuan asuransi. Namun, masalah kesehatan masalah bangsa. Sehingga ketika kita diskusi dan duduk bersama, bagaimana mengupayakan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pati khususnya meningkat,” katanya.
Pelantikan dan pengukuhan Pengurus IDI Kabupaten Pati periode 2018 – 2022, Pengurus IDI Provinsi Jawa Tengah, dan Pengurus IDI Pusat.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla