Pati, Margorejo – Seorang anak terpaksa memejahijaukan ayahnya ke Pengadilan Negeri. Pasalnya, ayahnya diduga memalsukan dokumen untuk menguasai harta milik istrinya yang telah diwariskan kepada anak-anaknya.
Pemalsuan dokumen berupa dua surat pernyataan oleh Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo oleh tiga orang anaknya, sekarang sudah sampai di Pengadilan Negeri Pati. Sidang pertama kasus dugaan pemalsuan surat-surat yang melibatkan antara ayah dan anak itu, telah berlangsung Rabu sepekan lalu (28/11/2018), dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh JPU Kejaksaan Negeri Pati Endah Kurnianingsih. Dalam dakwaannya itu, JPU menyatakan isi materi kedua surat, baik surat kesepakatan bersama dan surat kuasa (perjanjian) yang diaktanotariskan kepada Notaris Salekoen Hadi SH telah menjelaskan keadaan palsu, atau tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

“Yaitu seolah-olah terhadap kedua surat tersebut telah dinotariskan (akta notaris) kepada Notaris Salekoen Hadi SH (almarhum) telah membubuhkan tanda tangannya berikut membutuhkan cap stempel kantor notaris Salekoen Hadi SH yang keluarkan pada 15 April 1994. Sementara Notaris bersangkutan telah meninggal dunia pada 20 Juli 1993 berdasar surat kematian yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kades Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan,” kata JPU Endah Kurnianingsih pada persidangan di Pengadilan Negeri Pati.
Karena merasa dirugikan, Ratna Dewi Puspita SE sebagai ahli waris RR Retno Rukiyati, memperkarakan perbuatan terdakwa Soekardiman, yang sekaligus ayahnya. Perbuatan terdakwa itu, kata JPU Endah Kurnianingsih telah melanggar dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primer pasal 263 ayat 1 KUHP, dan subsider pasal 263 ayat 2 KUHP.
Atas dakwaan itu, terdakwa Soekardiman diwakili Penasehat Hukum menyampaikan keberatan, pada sidang lanjutan Rabu (5/12/2018). Pada nota keberatannya Soekardiman meminta kepada Majelis Hakim untuk membatalkan perkara tersebut demi hukum. “Karena perkara yang didakwakan kepada terdakwa tidak cukup bukti,” ujarnya.
Setelah mendengarkan keberatan terdakwa Soekardiman yang disampaikan Penasehat Hukumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati yang dipimpin Hakim Ketua AA Putu Putra SH, didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH MHum menunda persidangan lanjutan untuk mendengarkan tanggapan JPU atas keberatan terdakwa.
Dugaan pemalsuan surat kesepakatan bersama dan surat kuasa (perjanjian) itu, karena ada keinginan terdakwa Soekardiman untuk mendapatka kunci safe deposit box di salah satu bank yang didalamnya tersimpan sejumlah barang dan surat/dokumen berharga atas nama istrinya RR Retno Rukiyati (almarhumah) yang telah diwariskan kepada anak-anaknya.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla