Petani Tebu Klabakan, Tak Ada Investor Yang Mau Beli Gula

Pati – Petani tebu di Pati khususnya, dan Indonesia umumnya, kini mengaku merugi. Pasalnya, investor (pengusaha) gula yang bersedia membeli gula, karena keberatan dengan pengenaan pajak. Sedang petani, keberatan dengan HET yang rendah, yang berdampak mereka merugi. Meski serapan tebu giling dan rendemennya yang lancar, namun, penjualan gula tersendat. Ini karena, para investor gula yang enggan membeli gula. Sehingga banyak gula yang tidak laku.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Pati Adji Sudarmadji mengatakan, saat penjualan gula tersendat.  Karena hampir  tidak ada investor gula yang mau beli gula. Bukan hanya terjadi di wilayah Pati saja, tapi hal ini terjadi secara nasional.
“Ini terkait dengan PPN atau pajak. Jadi memang kami (petani) oleh pemerintah tidak dikenakan pajak. Seperti tahun-tahun yang lalu, cuman nampaknya gula setelah di tangan investor atau pedagang ini akan kena pajak. Sehingga oleh pembeli ini daripada dia kena pajaknya,  tidak untung,  dia tidak mau beli,” terangnya.
Faktor lain, tutur Adji Sudarmadji,  penetapan harga eceran tertinggi (HET) gula oleh pemerintah, Rp.12.500/Kg berdampak petani akan merugi. Karena petani harus mengeluarkan biaya untuk sewa lahan, pemupukan, dan perawatan.
“Kalau pemerintah mengenakan pajak pada investor atau pedagang gula, sehingga pedagang gula itu menghitung lagi. Kalau dia kena pajak sehingga harga gulanya sekitar  Rp. 9500/Kg.  Dengan harga tersebut, petani rugi karena berapa nilai tanahnya atau nilai sewa tanah. Atau tanah sendiri yang ditanami itu harusnya dihitung kemudian biaya pengolahannya dan pemupukan, baru keuntungannya mereka juga akan hitung,” jelasnya.
Dalam posisi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan finasial menggarap lahan tebu lagi, kata Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Pati Adji Sudarmadji, para petani tebu terpaksa mengambil dan menjual gulanya ke pengecer-pengecer kecil. Sehingga belakangan ini, di pedagang-pedagang eceran banyak beredar gula-gula ini, akibat harga gula jatuh.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla