Pati, Margorejo – Sidang kasus dugaan pemalsuan dokumen penting, berupa surat kesepakatan bersama dan surat kuasa (perjanjian), kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Pati. Sidang ketiga dalam perkara itu, mengagendakan pembuktian jaksa berdasarkan keterangan para saksi.
Sidang kasus dugaan pemalsuan surat kesepakatan bersama dan surat kuasa (perjanjian) dengan terdakwa Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo, berlangsung di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Pati, Rabu petang (19/12/2018). Empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pati (Purwono SH dan Eko Yulianto SH), dua diantaranya dua anak kandung terdakwa Soekardiman (Dedi Eko Yulicahyono dan Ratna Dewi Puspita), serta Sekdes Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Mereka satu per satu diperiksa Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua AA Putu Putra SH, didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH Mhum.

"Sebelum melaporkan melaporkan Bapak (terdakwa Soekardiman), telah dilakukan mediasi berkali-kali tapi tidak selesai-selesai, baik ditempat om dan pakde saya. Bahkan saya mempunyai ide untuk mediasi terakhir dimakam mami biar kita semua sadar. Tapi tidak terlaksana karena adik saya andi geger meminta adik saya jogja yaitu dewi untuk melaporkan Bapak ke Polda, hingga terjadi proses ini," demikian kesaksian Dedi Eko Yulicahyono, saat menjadi saksi kasus dugaan pemalsuan dokumen penting, di Pengadilan Negeri Pati.
Saat itu, terdakwa Soekardiman diduga telah memalsukan dokumen penting, untuk menguasai harta milik almarhumah RR Retno Rukiyati (istri terdakwa) yang sudah diwariskan kepada keempat anaknya, dan tersimpan di safe deposit box di salah satu bank. Namun upaya itu terbongkar, saat terdakwa menotariskan kedua dokumen yang dipalsukan. Karena didalam surat penting itu, tercatum nama notaris yang sudah meninggal dunia, setahun sebelum terbitnya dokumen-dokumen penting tersebut. “Dalam pokok perkaranya, terdakwa Soekardiman didakwa telah melakukan pemalsuan surat kesepakatan bersama dan surat kuasa (perjanjian) dengan RR Retno Rukiyati (mendiang istri terdakwa) yang diaktanotariskan ke notaris Salekhoen Hadi SH, pada 15 April 1994. Padahal notaris bersangkutan telah wafat pada tahun 1993,” jelasnya.
Kesaksian Sekdes Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Sri Budi Wahono menguatkan keterangan, kesaksian Dewi Eko Yulianto yang menyatakan notaris Salekhoen Hadi telah meninggal pada 1993.
Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwono SH dan Eko Yulianto SH mendakwa terdakwa Soekardiman dengan pasal berlapis, yakni dakwaan primer pasal 263 ayat 1 KUHP, dan subsider pasal 263 ayat 2 KUHP.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla