Cetak
Dilihat: 314

Pati, Kota – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum lama ini menyisir tempat-tempat yang sering dijadikan tempat nongkrong anak punk. Penyisiran ini dilakukan, karena selama ini keberadaan anak-anak punk sering mengganggu masyarakat. Sejumlah anak punk yang sering berkeliaran di wilayah Kabupaten Pati, berhasil ditangkap dan diberikan pembinaan sebelum akhirnya dikembalikan kepada orang tuanya.

Menurut Sekretaris Dinas Satpol PP, Linmas, dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pati Imam Rifai, pada penyisiran itu petugas Satpol PP menangkap delapan anak punk yang sedang mangkal di perempatan Tanjang. “Dua minggu terakhir ini jumlah anak punk semakin bertambah disinyalir karena bertepatan dengan waktu libur. Ini digunakan mereka untuk menggelandang. Ini sangat-sangat kami sayangkan. Bahkan ada yang dari madrasah, ini yang patut kita prihatin. Justru waktu libur yang semestinya untuk belajar waktu di rumah, tapi dimanfaatkan untuk menggelandang menjadi pengemis dan pengamen,” ujarnya.
Anak-anak punk itu diamankan, tutur Sekretaris Dinas Satpol PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pati, karena dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban masyarakat. “Dan mereka banyak berkeliaran di dalam kota. Tapi kemarin saya juga melihat di wilayah Margoyoso mereka anak-anak usia sekolah yang menggelandang dan mengemis di perempatan dan kita melakukan penyisiran untuk mengamankan mereka, kemudian untuk melakukan pembinaan, dengan memanggil orang tua mereka untuk menjemput. Dan yang sangat disayangkan, diantara mereka itu terdapat anak-anak yang wanita ikut menjadi anak punk,” tutur Imam Rifai.
Sekretaris Dinas Satpol PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran Imam Rifai mengatakan, anak-anak punk yang terjaring tersebut, diketahui masih dibawah umur yang kesemuanya berasal dari Kudus.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s