Pati, Gembong – Empat desa di Pati kini mengujicobakan pemanfaatan pupuk organik. Uji coba itu, sebagai implementasi pengolahan pupuk organik yang dikembangkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) setempat.
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gembong kini mulai mengimplementasikan pupuk organik yang dikembangkannya. Ini dilakukan dengan cara mengujicobakan pupuk organik buatannya pada tanaman padi di sejumlah persawahan petani di empat desa.

Koordinator BPP Gembong Sri Ratnawati Suyono mengatakan, pupuk organik yang diujicobakan itu terbuat dari tanaman lokal yang ada di sekitar lingkungan. Seperti, rumput azolla pinata, bongol pisang, dan kipait. Sehingga biaya produksinya lebih murah.
“Pengembangan pupuk organik ini, memang sengaja memanfaatkan bahan lokal yang ada disekitar rumah. Dengan demikian, nantinya petani di Kecamatan Gembong, bisa membuat dan mengaplikasikan pada tanaman miliknya,” tutur Sri Ratnawati Suyono.
Koordinator BPP Gembong mengatakan, tanaman yang menjadi bahan pupuk organik yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar, merupakan pupuk vegetatif. Namun bila ditambahkan sabut kelapa akan menjadi pupuk generatif. Sebelum uji coba ke tanaman padi, BPP lebih dulu mengujicobakan ke tanaman sayuran. Mulai dari brokoli, tomat, terong, sampai bawang merah. “Hasilnya dengan menggunakan pupuk organik tersebut sangat membantu sekali untuk pertumbuhan tanaman itu,” katanya.
Koordinator BPP Gembong Sri Ratnawati Suyono menambahkan, lokasi atau lahan pertanian uji coba penggunaan pupuk organik ini, berada di Desa Plukaran, Desa Gembong, Desa Klakahkasian, dan Desa Ketanggan. Petani juga direkomendasi untuk menggunakan pupuk organik yang dikembangkan BPP Gembong, selain mudah, biaya produksi pupuk organik ini terbilang murah.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla