Pati, Margorejo – Kantor Imigrasi Kelas II non Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pati mendeportasi dua puluh dua warga negara asing (WNA), selama Januari hingga Desember 2018. Pendeportasian tersebut, karena para WNA bersangkutan melanggar izin tinggal.
Sanksi administrasi keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran) terhadap warga negara asing (WNA) itu, karena menyalahgunakan ijin tinggal.

Usai Konferensi Pers capaian kinerja, Sabtu pagi (28/12/2018), Kepala Kanim Kelas II non TPI Pati diwakili Kasi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Purbo Satriyo mengatakan, kebanyakan WNA yang menyalahgunakan izin tinggal itu, menggunakan izin tinggal kunjungan untuk bekerja. Semestinya untuk kerja mereka harus mengantongi izin tingga terbatas. “Harusnya menggunakan izin tinggal terbatas untuk kerja, tapi mereka menggunakan izin tinggal kunjungan yang seharusnya peruntukannya untuk wisata atau sosial budaya,” terangnya.
Purbo Satriyo mengatakan, dari total WNA yang dideportasi ke negara asalnya, kebanyakan bekerja di sektor meubeler di wilayah Kabupaten Jepara.
Selain mendeportasi, Kanim Kelas II non TPI Pati juga memberikan pembinaan kepada WNA yang melanggar ketentuan keimigrasian, seperti pindah alamat atau tempat tinggal. “Jadi di Keimigrasian itu ada pasal 116 jo 71 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian menyebutkan setiap orang asing yang tidak melaporkan perubahan alamat. Biasanya kami lakukan pembinaan lebih dulu, dengan mengarahkan ke bidang infokim untuk perubahan alamat. Sehingga, kalau mereka melakukannya lagi baru kita tindak,” jelasnya.
Jumlah WNA yang dideportasi tahun ini oleh Kanim Kelas II non TPI Pati, kata Kasi Intelejen dan Penindakan keimigrasian Purbo Satriyo menurun 39% dibanding pemberian tindakan administrasi keimigrasian pada 2017 sejumlah 36 WNA.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla