Bupati Pati Tetap Pertahankan Penangkaran Burung Hantu

Pati, Kota – Pemanfaatan burung hantu atau tyto alba dalam pengendalian hama tanaman, terbilang efektif. Setidaknya daerah-daerah pertanian padi yang semula endemi organisme penganggu tanaman (OPT) tikus, kini tertanggulangi dan panennya meningkat.
Selama ini Pemerintah Kabupaten Pati mendukung pengembangan dan penangkaran burung hantu yang ada di beberapa tempat. Serta memberikan bantuan burung hantu dan pengadaan rumah-rumah burung hantu kepada desa-desa yang areal tanaman padinya terserang OPT tikus.

“Karena hal itu manfaat. Jadi daerah-daerah yang endemis tikus, setelah kita bantu burung hantu beserta rumah burung hantu (rubuha) itu menunjukkan keberhasilan. Contoh di Desa Babalan Kecamatan Gabus dan Desa Baleadi Kecamatan Sukolilo,” demikian Bupati Pati Haryanto saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada puluhan kelompok tani di halaman Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, Jumat kemarin (28/12/2018).
Bupati Haryanto menambahkan, sejumlah desa yang mendapatkan bantuan burung hantu dan rubuha untuk pengendalian hama pengganggu tanaman padi jenis tikus pada 2018 ini, Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo, dan desa-desa di wilayah Pati kawasan utara. “Dan itu jangan mengandalkan pemerintah, tapi saya mengimbau kelompok tani, mengumpulkan anggotanya untuk iur biar nambah, ketimbang untuk beli plastik. Mending untuk beli rubuha bersama burung hantunya, dan bisa meminta bantuan bibit burung yang setelah dewasa bisa memangsa tikus,” jelasnya.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, pemberian bantuan burung hantu beserta rumah-rumahnya kepada sejumlah kelompok tani di wilayahnya itu, semata-mata untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petaninya.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla