Pati, Gembong – Banyak petani dalam perawatan tanaman padinya, lebih senang menggunakan pupuk kimia. Padahal, selain merusak struktur kesuburan tanah, penggunakan pupuk anorganik, juga membuat tanaman padi semakin rentan terserang penyakit.
Petani di desa-desa memang masih perlu diedukasi dalam penggunaan pupuk untuk perawatan tanaman padinya. Biasanya petani saat memupuk tanaman padinya, lebih memilih menggunakan pupuk kimia. Padahal tanpa mereka sadari, penggunaan pupuk kimia justru merusak lingkungan, maupun ketahanan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Petani padi di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Syahri mengaku, tanaman padinya memang mudah dan sering terserang hama penyakit, meski menggunakan pupuk kimia. Namun, sejak beralih menggunakan pupuk organik, justru tanaman padinya tahan terhadap serangan hama penyakit.
“Ternyata sesudah mencoba beralih ke pupuk organik, saya tidak menyangka jika ketika menggunakan pupuk organik ini tanaman padinya tidak terserang penyakit. Justru malah sehat dari perkiraan,” tuturnya.
Syahri mengatakan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk terhadap kesuburan tanah. Di sisi lain, tanaman padi semakin lebih rentan terhadap serangan hama. “Akibatnya tanah dan tanaman padi menjadi rentan dengan penyakit. Tanah yang terlalu sering terkena pupuk kimia tidak bisa melakukan penguraian. Dengan begitu penyakit dengan mudah menyerang tanaman padi,” jelasnya.
Syahri, petani yang sudah mulai menggunakan pupuk organik, kini bisa lebih senang. Karena tanaman padinya nampak lebih subur, dari pada tanaman padi petani lainnya yang masih menggunakan pupuk kimia. Di sawahnya yang menjadi lahan uji coba penggunaan pupuk bahan lokal oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gembong, tanaman padinya, masih nampak sehat.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla