Pati, Margorejo – Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan surat kesepakatan bersama dan surat kuasa kembali digelar di Pengadilan Negeri Pati, Rabu (2/1/2019). Sidang mengagendakan pembuktian perkara dengan pemeriksaan saksi-saksi.
Pada sidang lanjutan perkara tersebut dengan agenda pembuktian itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pati menghadirkan tiga orang saksi. Saksi ahli yang ditunjuk Polda Jateng Kastubi SH MH, dan mantan pegawai Kantor Notaris Salekoen Hadi SH bernama Muhammad Hafid.

Kesaksian Muhammad Hafid Ketua Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Jawa Tengah dihadapan Majelis Hakim menegaskan, alamrhum notaris Sholikoen Hadi SH yang bekas pimpinannya itu meninggal pada Senin (19/7/1993). Dia juga menjelaskan terkait surat kesepakatan bersama dan surat perjanjian yang diduga dipalsukan oleh terdakwa Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo.
“Saya waktu itu ikut memikul jenazah almarhum menuju ke pemakaman di Yogyakarta. Sedang bukti surat kesepakatan bersama dan surat perjanjian antara terdakwa Soekardiman dengan RR Retno Rukiyati (almarhumah) saya yakin bukan yang diterbitkan notaris Sholikoen Hadi. Karena ketikan huruf di kedua surat tersebut berbeda dengan yang biasa digunakan dalam pembuatan dokumen-dokumen yang diaktanotariskan,” kesaksian Muhammad Hafid dipersidangan.
Menurut saksi Muhammad Hafid yang sebelumnya membuat naskah-naskah akta notaris di Kantor Notaris Salekoen Hadi SH, kedua surat yang diduga dipalsukan itu menggunakan mesin cetak jenis jet lazer, sedang naskah-naskah yang diterbitkan Kantor Notaris Salekoen Hadi SH menggunakan mesin cetak dot metrik.
Keterangan saksi ahli Kastubi SH MH yang ditunjuk dan bersumpah saat diperiksa di Polda Jateng, yang dibacakan Jaksa Purwanto SH mengatakan, lebih banyak menerangkan keilmuannya di bidang keaktanotarisan.
Saksi Siti Husni Amalia yang anak almarhum Notaris Sholikoen Hadi SH kepada Majelis Hakim menjelaskan, surat kematian almarhum yang dimintakan kakak kandungnya kepada  Pemdes setempat, dua hari setelah kematian almarhum. “Seingat saya sehari atau dua hari setelah Bapak meninggal. Yang mengajukan kakak lelaki saya. Jadi kalau tidak tanggal 20, ya tanggal 21 Juli 1993,” jelasnya.
Hakim Ketua AA Putu Putra SH, didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH Mhum kembali menunda persidangan hingga Rabu pekan depan (9/1/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan (a de charge) dari pihak terdakwa Soekardiman.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla