Cetak
Dilihat: 307

Pati, Kota – Surat suara pemilihan legislatif pada Pemilu 2014 lalu, sempat tertukar antar daerah pemilih (dapil). Untuk itu, KPU Kabupaten Pati diminta untuk lebih hati-hati dalam pengepakan logistik surat suara sebelum mendistribusikan PPK hingga TPSS. Pada Pemilu 2014 lalu, salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Pati harus diulang pencoblosannya. Ini terjadi menyusul adanya surat suara yang tertukar, saat pendistribusiannya.

“Agar masuknya kartu suara jangan sampai tertukar. Misalnya surat suara yang semestinya untuk Dapil 1 tertukar di Dapil 2, atau Dapil 2 tertukar ke Dapil 3, itu akan menjadi persoalan betul. Kebetulan waktu itu terjadi di Pucakwangi dan Jaken, sehingga menimublkan suasana yang tadinya aman nyaman menjadi berbeda. Oleh karena itu kita antisipasi jauh-jauh sebelumnya,” demikian Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya pada pelantikan dan pembekalan anggota PPK tambahan, di aula KPU Kabupaten Pati, Rabu kemarin (2/1/2019).
Di sisi lain, Bupati Haryanto meminta, semua pihak menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 agar bisa menjaga kondusifitas wilayah terutama di Kabupaten Pati. Serta tidak mempersoalkan logistik kelengkapan pemilu, seperti kotak suara yang menggunakan kardus doublepleks. “Jadi kita tidak perlu mempersoalkan kotak suara. Misalnya masuk di berbagai media masa. Yang kita amankan saat ini bagaimana caranya dengan fasilitas yang ada itu, pilleg maupun pilpres bisa berjalan dengan baik. Dikawal, agar sekiranya tidak jadi permasalahan. Semisal agar tidak basah karena hujan, ya diantisipasi menggunakan plastik,” jelasnya.
Bupati Pati Haryanto berharap, penyelenggara pemilu terutama KPU dalam penyiapan logistik terutama mulai dari sortir dan pelipatan surat suara, pengepakan dan pendistribusiannya agar lebih berhati-hati, untuk menghindari komplain dan permasalahan. Sehingga, permasalahan yang pernah terjadi tidak terulang lagi.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s