Pati, Margorejo – Kinerja Bawaslu Kabupaten Pati selama empat bulan terakhir ini, telah memproses lebih dari seribuan temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu. Temuan dan laporan itu banyak dijumpai Bawaslu mulai sejak tahapan pencalonan sampai tahap pengiriman logistik.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati, telah menindaklanjuti 1.279 temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu, bersama kepolisian dan kejaksaan.

Saat konferensi pers kinerja Bawaslu Pati, Jumat sore (4/1/2019), Ketua Bawaslu Pati Ahmadi didampingi empat komisioner lainnya mengatakan, dari total perkara temuan maupun laporan dugaan pelanggaran pemilu hanya sepuluh diantaranya yang ditindaklanjuti dan dibahas di Sentra Gakkumdu. “Diantaranya, pelanggaran kode etik yang mana menimpa pada anggota kami di Kecamatan Pucakwangi dan sudah kami jatuhkan peringatan pertama. Dan yang sembilan perkara terkait dengan poster bergambar capres bermahkota raja, pelanggaran iklan kampaye diduga di luar tahapan kampanye, kades, perangkat desa, dan anggota BPD. Yang mana dalam pembahasan pertama sentra Gakkumdu tidak memenuhi unsur dugaan pelanggaran pidana pemilu,” jelas Ahmadi.
Ketua Bawaslu Kabuapten Pati Ahmadi menjelaskan, selama masa kampanye pihaknya menemukan 1.268 pelanggaran yang berkaitan dengan pemasangan alat peraga kampanye (APK) di tempat-tempat terlarang sesuai SE Bupati Pati tentang pemasangan atribut dan lokasi kampanye Pemilu 2019 tertanggal 22 September 2018. “Pelanggaran administrasi juga termasuk pemasangan branding kampanye di dua puluh dua mobil angkutan penumpang,” jelasnya.
Selama empat bulan, Bawaslu Kabupaten Pati juga telah menyelesaikan sengketa proses pemilu. Permohonan sengketa PKS menyoal tidak masuknya bakal calon DPRD Kabupaten Pati di Dapil V, serta permohonan sengketa PAN menyoal penerimaan laporan awal dana kampanye (LADK).(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla