Cetak
Dilihat: 396

Pati, Margorejo – Perkara pembunuhan sadis di depan SMPN 1 Gabus yang terjadi pada Jumat dinihari (19/10/2018) lalu, akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Pati. Sidang lanjutan tersebut akan mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.
Setelah membacakan surat dakwaan perkara pembunuhan, pada sidang perdana Selasa (18/12/2018) lalu, Pengadilan Negeri Pati akan kembali menyidangkan perkara tersebut. Terdakwa Dwi Sulistiyo, telah didakwa melanggar pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (8/1/2019), dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum,” demikian Majelis Hakim saat menutup sidang perdana kasus pembunuhan tersebut.
Jaksa Penuntut Umum (Indah Kurnianingsih SH, Agungsih Warastini SH, dan Eko Yulianto SH MH) pada sidang tersebut belum menyebut siapa saksi-saksi yang akan dihadirkan pada persidangan berikutnya.
Selain pasal 340 KUHP, pada sidang pembacaan dakwaan, Jaksa juga menjerat terdakwa Dwi Sulistiyo dengan pasal 355 ayat 1 dan 2 KUHP subsider pasal 354 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pembunuhan. “Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut menyebabkan korban Sugiarto alias Dul Senen warga Desa Brati Kecamatan Kayen meninggal dunia sebagaimana hasil Visum Et Repertum nomor: VER/74/2018/ Biddokkes tanggal 23 Oktober 2018 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Ratna Relawati, Sp.KF.,M.Si., Med,” ujar Jaksa saat membacakan surat dakwaan.
Pada pokoknya, kata Jaksa Penuntut Umum sebab kematian korban Sugiarto alias Dul Senen, luka akibat kekerasan tajam pada leher berupa luka bacok yang menyebabkan terputusnya pembuluh darah dileher sehingga mengakibatkan perdarahan hebat. Perkara tersebut dilatarbelakangi karena cinta segitiga, yang mengakibatkan perseteruan dan berujung meninggalnya korban Sugiarto ditangan Dwi Sulistiyo.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s