Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Akan Ajukan Saksi Meringankan

Pati, Margorejo – Terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat kesepakatan bersama dan surat perjanjian, Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo, akan mengajukan saksi meringankan (a de charge). Saksi a de charge itu dihadirkan pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Pati, Rabu (9/1/2019).
Rencana mengajukan saksi meringankan (a de charge) oleh Soekardiman (terdakwa terduga pemalsuan surat kesepakatan bersama dan surat perjanjian), diungkapkan pada sidang pemeriksaan saksi dari JPU Kejaksaan Negeri Pati, Rabu lalu (2/1/2019).

“Kami akan menghadirkan saksi meringankan, pada sidang lanjut nanti,” ujar Pengacara Suyoto SH MH, Penasehat Hukum terdakwa Soekardiman, sebelum Majelis Hakim menutup sidang perkara tersebut, sepekan lalu.
Namun melalui penasehat hukumnya, terdakwa Soekardiman belum menyebut nama, siapa saja saksi yang akan memberikan keterangan meringankan bagi dirinya, pada sidang lanjutan berikutnya.
Sedang kesaksian para saksi yang diajukan Jaksa Purwono SH dan Eko Yulianto SH MH dipersidangan meragukan keabsahan dokumen yang diduga dilakukan Soekardiman yang kini jadi barang bukti di persidangan. Ini semakin menguatkan surat dakwaan Jaksa yang mendakwa Soekardiman. “Dalam kedua surat tertanggal 5 April 1994 tersebut terdapat keterangan ‘Surat ini telah dinotariskan dalam catatan kami : No.2276/195/IV/1994’, serta cap stempel Kantor Notaris Salekoen Hadi, SH dan tanda tangan Notaris Semarang Sholikoen Hadi, SH. Padahal notaris tersebut telah meninggal dunia pada tanggal 19 Juli 1993, yaitu sebagaimana adanya Surat Kematian No. 22/VII/1993, tertanggal 20 Juli 1993, yang diterbitkan dan ditanda tangani oleh Kepala Desa/ Lurah Desa Bugel, Kec. Godong, Kab. Grobogan,” ujar duo Jaksa Purwono SH dan Eko Yulianto SH MH.
Atas perbuatannya itu, pada surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umm (JPU) mendakwa Soekardiman dengan pasal 263 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla