Terdakwa Pemalsuan Surat Perjanjian dan Surat Kesepakatan Bersama Hadirkan Saksi Meringankan

Pati, Margorejo – Kasus dugaan pemalsuan surat perjanjian dan surat kesepakatan bersama antara terdakwa dengan istrinya yang sudah meninggal dunia, kembali digelar. Sidang lanjutan itu mengagendakan pemeriksaan saksi meringankan (a de charge) yang dihadirkan terdakwa.
Terdakwa pemalsuan surat perjanjian dan surat kesepakatan bersama Soekardiman menghadirkan dua saksi meringankan (a de charge) pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Pati, Rabu (9/1/2019). Dua saksi meringankan itu, Suryadi warga Desa Payang Kecamatan Pati yang sebelumnya mengetik surat gugatan terdakwa kepada keempat anaknya, dan anak terdakwa bernama Andi Kusuma warga Perumahan Rendole Indah turut Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo.

Suryadi dalam kesaksiannya dibawah sumpah kepada Majelis Hakim mengatakan, dia sempat meminta terdakwa untuk menghadirkan notaris Sholikhoen Hadi SH saat menyusun surat gugatan Soekardiman terhadap anak-anaknya, untuk bisa memiliki dan menguasai Safe Deposit Box di BANK BNI 46 Kantor Cabang Pati berisi harta surat-surat berharga dan uang milik almarhumah RR Retno Rukiyati yang diwariskan kepada keempat anaknya. “Saya mengetik surat gugatan atas konsep dari terdakwa. Namun didalam kedua surat yang hendak dijadikan bukti disidang gugatan itu menyebut nama notaris Sholikhoen Hadi SH, saya minta agar dihadapkan dipersidangan. Tapi oleh terdakwa waktu itu justru mengatakan bahwa kedua surat itu dibuat oleh Bambang seorang dosen di salah satu universitas,” katanya.
Sementara anak terdakwa, Andi Kusuma menerangkan, dia mengetahui kedua surat penting yang diduga dipalsukan keabsahannya oleh terdakwa Soekardiman, diberitahu kakanya bernama Dedi Eko Yulicahyono, saat mampir ke rumah terdakwa sepulang dari Semarang. “Saat itu kakak saya menunjukkan kedua surat yang ditemukannya di tas didalam lemari pakaian ibunya (RR Retno Rukiyati, almarhumah). Saat itu, saya menyarankan agar kedua surat itu diberitahukan kepada terdakwa Soekardiman (ayahnya). Tapi setelah ditunjukkan, justru terdakwa mengatakan kedua surat itu dibuat oleh Bambang,” terangnya.
Setelah mendengar keterangan kedua saksi itu, Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua AA Putu Putra SH, didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH Mhum, kembali menunda persidangan untuk pemeriksaan saksi meringankan yang diajukan terdakwa Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo pada sidang lanjutan, Rabu (16/1/2019).(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla