Kepolisian Sarankan Petani Gunakan Alat Pengusir OPT yang Aman

Pati, Kota – Dalam beberapa pekan terakhir ini, sudah tiga petani di Pati meregang nyawa karena terkena aliran listrik (strum), yang digunakan untuk mengusir  tikus di sawahnya. Untuk itu, Polres Pati menyarankan masyarakat petani di wilayah hukumnya untuk menggunakan alat pengusir organisme pengganggu tanaman (OPT) yang lebih aman.

Diawal pekan Januari ini, petani yang meninggal dunia akibat terkena aliran listrik, sejumlah dua orang. Mereka ditemukan meninggal dunia, akibat menyentuh kabel yang teraliri listrik, untuk mengusir tikus yang menyerang tanaman padinya.
Dikonfirmasi Kapolres Pati AKBP Jon Wesley Arianto SIK berharap, petani lebih baik menggunakan peralatan yang aman dan menghindari penggunakan aliran listrik untuk mengusir tikus yang justru mengancam keselamatan jiwa. “Kita mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan cara-cara seperti itu. Karena dampaknya terhadap nyawa petani itu sendiri, apalagi aliran listrik tidak terlihat (kasat) mata,” ujarnya.
Kapolres Pati AKBP Jon Wesley Arianto menambahkan, pihak melarang penggunaan listrik bertenggangan tinggi dari PLN, untuk mengusir organisma pengganggu tanaman (OPT) jenis tikus. “Gunakan cara-cara yang tepat, dan tidak merugikan masyarakat itu sendiri,”  jelas Kapolres Pati.
Menurut informasi yang kami himpun, petani yang meninggal dunia akibat tersetrum listrik yang digunakan untuk menjaga tanaman padinya itu, diantaranya petani Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo, dan petani Desa Winong Kecamatan Winong.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla