Ketua Paguyuban: PKL Belum Diajak Rembugan Soal Relokasi

Pati, Kota – Rencana Pemerintah Kabupaten Pati dalam waktu dekat ini akan memindahkan (merelokasi) para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Simpang Lima Alun-Alun Pati ke tempat yang baru di komplek TPK Perum Perhutani turut Desa Puri Kecamatan Pati. Tapi, para PKL mengaku belum pernah diajak bermusyawarah dengan Pemkab terkait relokasi tersebut. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengais rejeki di sekitar Simpang Lima Alun-Alun Pati mengaku belum mau direlokasi. Pasalnya selama ini, Pemkab Pati belum pernah mengajak PKL untuk bermusyawarah terkait hal itu.

“Karena mengacu pada sambutan Bupati saat kita dikumpulkan di Posko Pemenangan, Haryanto Arifin itu dulu bilang ‘apabila PKL mau dipindah katanya mau diajak rembugan dulu. Kalau ada isu jangan percaya. Itu oknum-oknum, karena zamannya pil-pil ini banyak oknum yang menjual isu-isu,” demikian Ketua Paguyuban PKL Simpang Lima Alun-Alun Pati Thukul menanggapi rencana relokasi yang sudah didengungkan Pemkab Pati.
Selama ini, tutur Thukul, para PKL menaati aturan yang berlaku. Bahkan pihaknya lebih dekat dengan kebijakan serta mendukung segala kegiatan Pemkab, dengan alasan PKL merasa berjualan di tempat publik. “Sampai saat belum ada pemberitahuan resmi, hanya rumor saja. Isu yang dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kalau menurut teori, lain dengan praktek. Kalau teori tidak serta merta apabila keramaian di pindah itu tidak bisa. Melihat situasi dan kondisi. Kalau cuma bicara dipindah sama keramaiannya itu tidak. Meski di buat seperti gedung juang itu tidak masuk untuk pedagang. Tempatnya seperti itu tidak bisa. Seperti gedung juang itu saat pertama kali untuk rekan PKL dari jalan Sudirman itu lari semua. Sudah bertahan beberapa bulan tidak laku. Yang ramai itu yang kopi-kopi,” ujarnya.
Ketua Paguyuban PKL Simpang Lima Alun-Alun Pati Thukul mengaku, relokasi pedagang di Pati banyak yang gagal. Seperti di Pasar Malam Penjawi, hanya bertahan dua minggu saja, sementara Pasar Pragola yang dibangun dengan biaya milyaran rupiah, banyak pedagangnya yang lari.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla