Cetak
Dilihat: 1341

Margorejo – Pendidik, baik dilingkungan rumah maupun sekolah, sekecil apapun harus berkontribusi besar membentu nasionalisme remaja. Ini diperlukan, karena belakangan ini identitas diri bangsa di kalangan sebagian generasi muda mengalami degradasi. Identitas diri bangsa Indonesia, belakang ini mulai mengalami degradasi.  Masih banyak diantara masyarakat Indonesia, yang lupa teks Pancasila yang menjadi dasar negara, Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Sehingga perlu membangun kembali pondasi identitas diri bangsa mulai dari bawah. Seperti, melalui lomba menghafal teks Pancasila dan lagu Indonesia Raya bagi kaum termarjinalkan yang diselenggarakan Komunitas Gusdurian Pati.

“Kondisi seperti itu bukan halyang baru bagi saya pribadi. Karena sebenarnya saat ini sudah dikhawatirkan terkait nasionalisme. Mereka ini indikatornya kan disini. Lagu Indonesia Raya, teks Pancasila, naskah Proklamasi dan semua yang berhubungan dengan bangsa adalah identitas diri kita. Sayangnya yang menjadi identitas diri itu mengalami degradasi. Kalau Kita katakan daruratnya degradasi kan,” demikian Dosen Fakultas Dakwa dan Komunikasi STAIN Kudus, Fatma Laila Khoirun Nida, SAg MSi, saat menghadiri pelaksanaan lomba di lokalisasi Lorok Indah Margorejo, Senin pagi (14/8).
Fatma Laila Khoirun Nida mengatakan, untuk membendung degradasi identitas diri bangsa di kalangan generasi muda, menjadi tugas pendidik baik di sekolah maupun di rumah dan lingkungan sekitarnya. Mereka diharapkan bisa berkontribusi besar membentuk nasionalisme remaja.
“Itu PR kita semua.  Bagi warga Indonesia, sebagai pendidik baik di masyarakat atau pendidik lingkungan formal yang kemudian mengedukasi masyarakat sejak dini, terkait membangu nasionalisme kita. Dalam agama sendiri, dalam Islam mengajarkan Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta tanah air itu sebagian dari iman). Jika hal itu sudah berkurang, bagaimana bisa mereka mempertahankan kualitas iman mereka,” terangnya.
Dosen Fakultas Dakwa dan Komunikasi STAIN Kudus, Fatma Laila Khoirun Nida, SAg  MSi mengatakan, kuatnya pondasi atau identitas diri anak bangsa, akan mampu menangkap segala pengaruh apapun yang masuk dari luar. Termasuk doktrin dan hal-hal yang bukan dan bertentangan budaya bangsa.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s