Terbukti Gunakan Dokumen Palsu, Terdakwa Dituntut 18 Bulan Penjara

Pati, Margorejo – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pati akhirnya membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa pelaku yang menggunakan surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan bersama palsu. Jaksa membacakan tuntutan tersebut pada sidang lanjutan di persidangan Pengadilan Negeri Pati, Kamis (31/1/2019).
Meski sempat dua tertunda, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwono SH menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwono SH menuntut terdakwa Soekardiman dengan delapan belas bulan penjara dikurangi selama masa tahanan. Jaksa menilai perbuatan terdakwa terbukti sesuai dengan dakwaan primer pasal 263 ayat 2 KUHP. Yakni menggunakan surat palsu yang dapat menimbulkan kerugian. “Tuntutan tersebut dengan pertimbangan yang memberatkan, akibat perbuatannya mengakibatkan kerugian material maupun immaterial bagi korban. Sedang petimbangan yang meringankan, selama persidangan terdakwa berlaku sopan,” tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwono SH.
Selain itu, Jaksa meminta Majelis Hakim agar memerintahkan terdakwa Soekardiman untuk segera dilakukan penahanan, serta membayar biaya perkara. “Sementara kedua surat kuasa, surat perjanjian kesepakatan bersama dan surat keterangan kematian notaries Sholikhoen Hadi SH beserta salinannya disita menjadi barang bukti perkara tersebut,” katanya.
Usai mendengarkan tuntutan hukuman oleh JPU Purwono SH, Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua AA Putu Putra SH, didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH MHum, menunda sidang pada Senin pekan depan (4/2/2019), untuk mendengarkan pembelaan terdakwa Soekardiman dan atau penasehat hukumnya Pengacara Suyoto SH MH.
Perkara tersebut bermula dari terbongkarnya surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan bersama yang diduga palsu, yang sebelumnya digunakan terdakwa untuk menggugat keempat anaknya, dalam upaya mendapatkan kunci safe deposite box. Dimana dalam surat tersebut, tercantum nama notaris Sholikhoen Hadi SH yang telah meninggal dunia, sebelum terbitnya kedua surat yang menjadi barang bukti di pengadilan.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla