Ajukan Pledoi Terdakwa Pemalsuan Surat Penting Minta Dibebaskan Dari Hukuman

Pati, Margorejo – Terdakwa kasus pemalsuan surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan Soekardiman warga Desa Margorejo Kecamatan Margorejo, melalui Penasehat Hukumnya, mengajukan pledoi atau pembelaan. Pledoi itu diajukan menanggapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang telah menuntut terdakwa dengan delapan belas bulan hukuman penjara.

Sidang lanjutan kasus pemalsuan surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan bersama antara terdakwa Soekardiman dengan almarhumah RR Retno Rukiyati (istri terdakwa) kembali digelar di Pengadilan Negeri Pati, Kamis (7/2/2019). Sidang mengagendakan mendengarkan pembelaan (pledoi) dari terdakwa Soekardiman yang dibacakan Penasehat Hukumnya, Pengacara Joko Sukendro SH dan Suroso SH.
Pengacara Joko Sukendro SH saat membacakan pledoi terdakwa meminta kepada Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut agar membebaskan terdakwa dari segala jeratan hukum yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang kami hadirkan, terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan pidana seperti yang dituduhkan penuntut umum. Dengan pertimbangan terdakwa sudah berusia lanjut, serta bertindak laku sopan selama dipersidangan,” jelasnya.
Usai membacakan pledoi tersebut, Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua AA Putu Putra SH, didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH Mhum kembali menunda sidang hingga Rabu pekan depan untuk mendengarkan tanggapan dari Jaksa (replik).
Dalam perkara ini, JPU Purwono SH menuntut terdakwa Soekardiman dengan delapan belas bulan penjara, dikurangi selama masa tahanan. Jaksa menilai perbuatan terdakwa terbukti sesuai dengan dakwaan primer pasal 263 ayat 2 KUHP. Yakni menggunakan surat palsu yang dapat menimbulkan kerugian. “Tuntutan tersebut dengan pertimbangan yang memberatkan, akibat perbuatannya mengakibatkan kerugian material maupun immaterial bagi korban. Sedang petimbangan yang meringankan, selama persidangan terdakwa berlaku sopan,” tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwono SH.
Perkara tersebut bermula, usai keempat anak terdakwa memenangi gugatan tingkat banding dan mencurigai adanya dokumen penting palsu, yang dijadikan sebagai barang bukti pada sidang perdata. Karena kecurigaan itu, keempat anaknya melaporkan perbuatan terdakwa Soekardiman ke Polisi hingga berlanjut ke persidangan di Pengadilan Negeri Pati.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla