Kurangi Resiko Bencana Alam, Masyarakat Diajari Tanggap Bencana

Pati, Dukuhseti – Selama beberapa pekan terakhir ini, warga di wilayah Kecamatan Dukuhseti seperti di Desa Bakalan dan Desa Dukuhseti, terlanda bencana alam banjir. Meski hanya menimbulkan kerugian material, namun perlu memaksimalkan upaya pengurangan resiko dengan melatih masyarakat tanggap terhadap bencana.
Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang menginisiasi warga di lokasi yang sering terdampak bencana alam, seperti di Desa Dukuhseti dan Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti, Kamis (7/2/2019). Ini diberikan agar masyarakat paham dan mengerti tindakan yang harus mereka lakukan ketika terjadi bencana alam.

Dosen Pembimbing UNDIP Semarang, Nana Rochana mengatakan, masyarakat memang masih membutuhkan pengetahuan dasar terkait tanggap bencana. Terutama di lokasi-lokasi yang sering terdampak bencana alam, mulai dari puting beliung, gempa hingga kecelakaan laut. Seperti halnya korban tenggelam yang dialami warga setempat. “Pengalaman pertolongan pertama pada korban bencana yang mengalami pingsan penting diketahui. Terlebih disini juga sebagian warganya berprofesi sebagai nelayan. Sehingga jika terjadi kecelakaan di laut dan ada korban tenggelam,” ujar Nana.
Ketua Pusdalops BPBD Pati Sunarto yang turut menjadi narasumber pada pelatihan itu mengatakan, sebelum memberikan pertolongan kepada orang lain, seseorang harus lebih dulu dalam posisi aman. “Setelah itu baru melakukan pertolongan pertama terhadap korban lain dan menunggu hingga tim bantuan medis datang. Serta melakukan pencarian barang-barang berharga yang masih mungkin bisa diselamatkan,” kata Sunarto.
Pada pelatihan itu peserta KKN UNDIP dibantu Pusdalops BPBD menyimulasikan pertolongan saat terjadinya gempa bumi, dengan melibatkan masyarakat. Sehingga bila terjadi bencana masyarakat sudah paham dengan tindakan pertolongan yang harus dilakukannya.(∙)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla