Majelis Hakim Tegur Terdakwa Pemalsuan Dua Surat Penting

Pati, Margorejo – Sidang kasus penggunaan dua surat penting palsu, kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Pati, Senin siang (11/2/2019). Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut, dengan tegas mengingatkan terdakwa yang tidak ditahan dalam proses persidanganya. Ini, karena terdakwa datang terlambat hingga siang hari dari jadual sidang yang sudah diagendakan.

Seorang terdakwa kasus penggunaan surat/dokumen palsu, Soekardiman warga Desa/Kecamatan Margorejo, mendapat teguran keras dari Majelis Hakim yang menyidangkan perkaranya. Teguran itu, karena terdakwa Soekardiman dinilai mengolor-olor jadual sidang yang telah direncanakan. Itu terjadi saat sidang perkara tersebut untuk mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pembelaan terdakwa. Setelah menegur terdakwa, Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua AA Putu Putra SH didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH MHum menyilahkan JPU Purwono SH membacakan tanggapan atas pembelaan terdakwa Soekardiman.
“Tanggapan kami selaku Penuntut Umum atas pembelaan (pledoi) terdakwa menolak pledoi untuk seluruhnya. Dan meminta Majelis Hakim untuk memutuskan menolak seluruh isi pledoi. Kami tetap pada tuntutan semula, yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya Kamis (31/1/2019),” jelas JPU Purwono SH.
Atas tanggapan Jaksa itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya, Pengacara Suyoto SH MH akan menanggapi sanggahan Jaksa Penuntut Umum pada sidang Selasa (12/2/2019).
“Kami akan menanggapi, apa yang telah disampaikan Jaksa di dalam tanggapannya terhadap pledoi kami,” tutur Pengacara Suyoto SH MH.
Sebelum mengetuk palu untuk menunda persidangan, Majelis Hakim kembali mengingatkan kepada terdakwa Soekardiman, untuk datang tepat waktu, sehingga sidang berjalan sesuai jadual yang ditentukan.
Dalam perkara ini JPU Purwono SH menuntut terdakwa Soekardiman dengan delapan belas bulan penjara. Jaksa berkeyakinan terdakwa terbukti sesuai dengan dakwaan primer pasal 263 ayat 2 KUHP. Yakni menggunakan surat palsu yang dapat menimbulkan kerugian. Pertimbangan yang memberatkan dalam tuntutan tersebut, akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian material maupun immaterial bagi korban. Sedang petimbangan yang meringankan, selama persidangan terdakwa berlaku sopan.
Modus tindak pidana yang dilakukan terdakwa tersebut, menggunakan surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan bersama palsu, untuk menggugat keempat anaknya, dalam upayanya mendapatkan kunci safe deposite box di sebuah bank. Itu dilakukan terdakwa yang telah menerima uang muka penjualan tanah senilai Rp2,3 milyar dari seorang pembeli. Sementara tanah yang dijual tersebut milik RR Retno Rukiyati almarhumah (istri terdakwa), dan telah diwariskan kepada keempat anaknya, dan disimpan di sebuah bank.(᎐)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla