Kades Terpilih Wajib Ikuti Pendidikan Sebelum Dilantik

Pati, Kota – Untuk menghindari permasalahan hukum dalam pelaksanaan pemerintahan desa, kades terpilih pada Pilkades Serentak 2018 lalu, wajib mengikuti pendidikan sebelum dilantik. Pendidikan itu untuk memahamkan para kades terpilih terkait dengan tugas, kewenangan dan tanggungjawabnya sebagai seorang kades.

Pilkades Serentak di Kabupaten Pati pada 15 Desember 2018, telah menghasilkan enam puluh satu kades terpilih. Dalam waktu dekat tepatnya 16 Maret mendatang, Bupati Pati Haryanto akan melantiknya sebagai Kades definitif. Hanya saja, sebelum menjalani pelantikan, para kades terpilih itu wajib mengikuti pelatihan lebih dulu selama delapan hari. nya tinggal beberapa pekan lagi.
“Sehingga pada tanggal 18 Februari 2019 hingga delapan atau sembilan hari kedepannya itu kita didik (latih) wajib, hukumnya wajib harus mengikuti. Setelah itu nanti baru pelantikan. Kita balik sekarang, kalau dulu dilantik dulu baru dilatih. Kalau tidak seperti itu, sudah lain lagi sikap para kades. Tapi karena ini wajib, mereka harus mengikuti dulu,” demikian Bupati Pati Haryanto usai pengarahan kepada 61 kades terpilih hasil Pilkades Serentak 2018, di ruang rapat Penjawi Setda Pati, Selasa (12/2/2019).
Pelatihan atau pendidikan bagi para kades terpilih itu, kata Bupati Haryanto, karena adanya latar belakang pendidikan yang berbeda antara satu kades dengan kades lainnya. Atau antara kades baru dengan kades yang kembali terpilih. Selama delapan hari pelatihan nanti, para kades terpilih itu, akan menerima materi tentang pemerintahan, pembangunan, keuangan dan hukum. “Tujuannya, agar sedikit mengenal. Bagi yang sudah punya pengalaman tidak ada masalah, hanya sekarang kita harus menyesuaikan dengan era sekarang. Yakni era milenial, era digital dan era media sosial. Sehingga harus menyikapi persoalan-persoalan itu. Kemudian saya sudah perintahkan kepada camat, agar calon kades terpilih itu dilibatkan dalam pembahasan APBDes. Agar program-programnya itu terakomodir disana, sekalipun belum membuat RPJMDes, tapi paling tidak sudah ada program-program yang muncul dari ide-ide kades terpilih sewaktu membuat misi dan visinya,” kata Bupati Pati.
Bupati Haryanto menyadari, tantangan kades yang kali pertama terpilih terutama soal pengelolaan anggaran hingga milyaran rupiah untuk pembiayaan untuk kepentingan masyarakat, pembangunan, dan menjalankan roda pemerintahan desa, bukan milik pribadi. Sehingga jangan sampai ada anggaran yang digunakan untuk kepentingan pribadi, yang akhirnya berbuntut ke ranah hukum.
Selain Bupati Haryanto, narasumber dalam pelatihan nanti juga melibatkan Ketua Pengadilan Negeri Suwarno SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Dedy Koesnomo SH MH, Kapolres AKBP Jon Wesley Arianto SIK, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arif Darmawan, serta tim Pemkab Pati.(∙)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla