Terindikasi Terlibat Jaringan Sindikat, Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara

Pati, Margorejo – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan hukuman lebih berat kepada terdakwa penyalahgunaan narkoba. Terdakwa menurut Majelis Hakim bukan sekadar pengedar saja, tapi terindikasi terlibat jaringan jual beli narkoba.
Seorang terdakwa penyalahgunaan narkoba bernama Hadi Susanto, 43 tahun warga Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan akhirnya diputus dengan hukuman (ganjaran) lebih berat dari pada tuntutan. Majelis Hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada terdakwa Hadi Susanto. Hukuman itu lebih berat dari tuntutan JPU Purwono SH dan Roh Wiharjo SH yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman delapan belas bulan penjara.

Majelis Hakim yang terdiri dari Hakim Ketua Bertha Arry Wahyuni SH MKn didampingi Hakim Anggota Agung Iriawan SH MH dan Dyah Retno Yuliarti SH MH dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Hadi Susanto terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindakan melanggar pasal-pasal di UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Menurut kami (Majelis Hakim), dakwaan yang terbukti adalah dakwaan primair pasal Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kami berpendapat, terdakwa Hadi Susanto terindikasi tersangkut jaringan jual beli narkoba dari dan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” kata Hakim Ketua Bertha Arry Wahyuni SH MKn, saat membacakan putusannya, Senin lalu (11/2/2019).
Dalam amar putusannya Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut mengatakan, terdakwa Hadi Susanto tertangkap oleh petugas kepolisian, ketika sedang mengkonsumsi narkotika di rumah orang tuanya di Desa Growong Lor Kecamatan Juwana pada Minggu sore (5/8/2018). “Dari penggeledahan di rumah orang tuanya itu, polisi menemukan barang bukti berupa satu buah bong dari botol plastic bekas di belakang kursi di ruang tamu dan 1 (satu) buah kotak kertas hitam berisi sembilan paket sabu di bungkus plastik klip diantaranya empat paket dibungkus lagi isolatif kertas warna Putih, 3 (tiga) paket dibungkus lagi menggunkan lakban hitam dan dua paket dibungkus lagi potongan sedotan ungu dan merah ditemukan diatas meja dalam kamar tidur,” kata Majelis Hakim.
Atas putusan itu, terdakwa Hadi Susanto didampingi penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir, sedang JPU menyatakan menerima. Dipersidangan juga terungkap, terdakwa Hadi Susanto mengaku sembilan paket sabu seberat 1 gram yang menjadi barang bukti itu diperolehnya dari seseorang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.(᎐)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla