Cetak
Dilihat: 1171

Pati- Anggota Kodim 0718/Pati bersama Santri Kab Pati mengikuti Tausiyah Kebangsaan yang diselenggarakan Kodam IV/Diponegoro,  di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (15/8/2017) malam. Pembagian ribuan tampah nasi kebuli kepada para jemaah yang datang dari berbagai Pondok Pesantren Jawa Tengah, mengawali  Tausiyah Kebangsaan  tersebut.

Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo mengajak  masyarakat Indonesia untuk meneladani Kyai dan  Ulama yang selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,  yang selalu menjadi ujung tombak perjuangan kemerdekaan.
“Yang berjuang agar Indonesia merdeka itu bukan TNI, tapi ulama, kiai, tokoh agama dan para santri,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI menambahkan, dirinya tidak percaya jika ada kyai atau ulama yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.  Tausyiah Kebangsaan di Tugu Muda Semarang itulah, sebagai buktinya. “Jika ada ulama yang ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan yang lain berarti itu bukan ulama Indonesia. Itu bisa jadi ulama yang dibayar untuk memecah belah persatuan bangsa. Kita wajib melawannya. Memang enggak tahu apa, kalau ulama kita itu yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia,” tegas Panglima
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman,  Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono, serta  sejumlah pejabat Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang menyatu bersama ribuan umat Islam dari berbagai daerah pada Tausiyah kebangsaan tersebut.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s