Tabrak Orang Hingga Meninggal Dunia, Pemotor Diganjar 5 Bulan Penjara

Pati, Margorejo – Seorang pemotor yang menjadi terdakwa dalam kasus kecelakaan lalulintas, harus menjalani hukuman lebih berat dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis Hakim menilai pemotor bersalah, karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunnia.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan hukuman lima bulan penjara kepada Sunarti, 30 tahun warga Desa Margomulyo Kecamatan Tayu. Sunarti yang ibu rumah tangga ini menjadi terdakwa kasus kecelakaan lalulintas ini, karena diduga mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Bertha Arry Wahyuni SH MKn didampingi Hakim Anggota Agung Iriawan SH MH dan Dyah Retno Yuliarti SH MH dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Sunarti bersalah melakukan tindak pidana, sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Yulianto SH, yakni pasal 310 ayat 4 UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. “Karena kelalaiannya mengemudikan kendaraan bermotor menyebabkan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan matinya orang lain. Putusan tersebut dengan pertimbangan yang memberatkan terdakwa berbelit-belit di persidangan, menciderai perasaan keluarga korban dengan selalu menyangkal menabrak korban dan mengatakan kecelakaan tersebut adalah tabrak lari, tidak memiliki SIM C, dan tidak mengenakan helm,” kata Majelis Hakim saat membacakan amar putusannya.
Pertimbangan memberatkan lain, kata Majelis Hakim, terdakwa tidak melengkapi plat nomor/tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), dan terdakwa tidak tertib dalam membayar pajak motor yang dikendarainya yang habis pada 2016. “Sementara pertimbangan yang meringankan relative tidak ditemukan pada diri dan perbuatan terdakwa terkecuali bahwa terdakwa adalah seorang ibu yang memilki anak yang masih kecil,” ujar Majelis Hakim.
Selain pidana kurungan Majelis Hakim juga menjatuhkan denda Rp1 juta atau subside satu bulan pidana kurungan.
Putusan itu, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Yulianto SH yang sebelumnya menuntut kurungan pidana selama lima belas hari, dengan pembelaan (pledoi) terdakwa memohon keringanan hukuman.
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Tayu – Juwana turut Desa/Kecamatan Margoyoso pada Sabtu (26/5/2018) sekitar pukul 17.00. Saat itu terdakwa yang mengendarai sepeda motor scoopy tanpa plat nomor, menabrak sepeda motor vario K-5975-TU yang dikendarai Nur Fakih yang hendak berbelok ke kanan dengan lampu isyarat menyala. Namun terdakwa yang lalai, akhirnya menabrak korban.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla