Belasan Rumah Terdampak Banjir Bandang di Desa Margorejo Kecamatan wedarijaksa

Pati, Wedarijaksa - Hujan yang turun deras di sisi timur lereng Gunung Muria hingga beberapa jam mengakibatkan terjadinya banjir bandang. Ini akibat sungai-sungai yang dilintasi aliran air dari daerah atas menuju ke Sungai Silugonggo meluap. Dampaknya, sejumlah rumah warga, jalan desa dan infrastruktur mengalami kerusakan.
Banjir bandang atau kiriman dari wilayah lereng, menerjang sejumlah rumah warga di Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa. Ada belasan rumah warga yang kemasukan banjir hingga sepuluh centimeter, dan jalan penghubung antar pedukuhan yang terendam air akibat luapan dari Sungai Bapoh.

Seorang warga Suwarno menuturkan, banjir bandang itu terjadi pada Sabtu sore (2/3/2019), sekitar pukul 14.30.
"Banjir bandang kali ini memang yang terbesar sepanjang hidup. Memang sering banjir bandang atau kiriman di Sungai Bapoh yang melintasi di dalam desa. Tapi ini saya rasa yang terbesar. Ketinggian air hingga mengakibatkan badan jembatan tidak kelihatan," ujarnya.
Suwarno mengatakan, ketika turun hujan deras atau langit terlihat mendung tebal di lereng muria sisi timur, warga berjaga-jaga untuk mengantisipasi luapan air dari sungai. Biasanya dengan menggunakan papan yang sudah disiapkan. Tapi, pada banjir bandang kemarin papan penutup air tidak bisa mengatasi luapan air yang melampaui ketinggian papan penutup itu sendiri.
"Bahkan bangunan buk (sisi) jembatan hanyut terbawa derasnya air yang meluap. Dari situ akhirnya papan penghalang yang dipasang warga di sebelah selatan jebol, dan air menggelontor melewati jalan desa dan memasuki permukikman warga," ujarnya.
Setelah air surut, warga dari dua RT di Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa menyingkirkan sangkrah (sampah bercampur ranting pohon bambu) yang menyumbat di jembatan hingga jelang maghrib. Sementara sebagian warga lainnya, membersihkan jelan dari lumpur dan sisa-sisa sampah yang terbawa arus banjir bandang tersebut.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla