Jaksa Bersikukuh Dengan Tuntutan, Meski Terdakwa Kasus Pembunuhan Ajukan Pembelaan

Pati, Margorejo – Setelah tertunda selama sepekan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati kembali menggelar kasus pembunuhan berlatar belakang asmara. Sidang lanjutan itu, mengagendakan pembacaan jawaban Jaksa atas pembelaan terdakwa yang menilai tuntutan hukuman untuk dirinya memberatkan. Sidang kasus pembunuhan kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Pati, Selasa siang (5/3/2019). Sidang siang itu mengagendakan mendengarkan pembacaan jawaban Jaksa Penuntut Umum atas pembelaan terdakwa Dwi Sulistiyo, 27 tahun warga Desa/Kecamatan Gabus. “Atas pembelaan terdakwa Dwi Sulistiyo yang disampaikan

Penasehat Hukumnya, mencermati jalannya persidangan Kami (Jaksa Penuntut Umum) tetap pada tuntutan semula,” jelas Jaksa Endah Kurnianingsih SH didampingi Agungsih Warastini SH, dan Eko Yulianto SH MH.
Seperti yang terungkap di persidangan beberapa waktu lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa kasus pembunuhan Dwi Sulistiyo dengan hukuman dua puluh tahun penjara, karena dinilai terbukti telah melanggar tindak pidana seperti dalam dakwaan kesatu primer pasal 340 KUHP dengan pertimbangan yang memberatkan salah satunya, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain.
Sementara terdakwa Dwi Sulistiyo melalui penasehat hukum yang ditunjuknya dari LBH Agus Wibowo SH dan rekan, dalam pembelaan (pledoi) yang dibacakan Pengacara dari Kantor Bantuan Hukum Agus Wibowo SH dan rekan justru sebaliknya meminta Majelis Hakim agar menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya kepada terdakwa. “Kami menganggap tuntutan Jaksa tidak sesuai dengan kondisi di persidangan. Karena Jaksa hanya mengikuti BAP kepolisian,” kata Agus Wibowo SH.
Menurut Agus Wibowo SH, sebenarnya yang menjadi korban itu Dwi Sulistyo. Karena korban Sugiyarto, 47 tahun warga Desa Brati Kecamatan Kayen, yang telah menyelingkuhi istri dan mengancam akan menghabisi keluarga terdakwa Dwi Sulistyo. “Saat terjadi penganiayaan terdakwa datang memenuhi tantangan dari korban untuk bertemu di depan SMPN 1 Gabus. Saat bertemu terdakwa justru diserang lebih dulu oleh korban,” kata Agus Wibowo SH.
Majelis Hakim mengagendaka pembacaan putusan terhadap terdakwa kasus pembunuhan ini, pada Selasa pekan depan (12/3/2019).(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla