KPU Kabupaten Pati Yakinkan Tidak Ada WNA Masuk DPT

Pati, Kota – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati meyakinkan semua pihak termasuk para legislator dari pusat hingga daerah, tidak ada Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). KPU pun memastikan mereka para WNA meski memegang e-KTP, tidak akan bisa ikut mencoblos saat pemilu.
KPU telah membersihkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari pemilih-pemilih yang tidak memenuhi ketentuan. Seperti halnya Warga Negara Asing (WNA). Meski pun mereka memegang e-KTP, di wilayah mana pun di Indonesia, tidak bisa memilih atau mencoblos saat pemilu nanti.

Usai menerima kunjungan anggota Komisi II DPR RI H Firman Soebagyo SE MH, Jumat siang (8/3/2019), Ketua KPU Kabupaten Pati Imbang Setyawan mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil), di Kabupaten Pati ada empat WNA. Namun, kesemuanya tidak masuk ke Daftar Pemilih Teetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK). “Dari hasil koordinasi ada sejumlah Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Pati, setelah kita konfrontasi dan korelasikan dengan daftar pemilih tetap (DPT) kita mereka tidak tercantum. Hasil koordinasi dengan Disdukcapil dan hasilnya sudah kita pastikan semua tidak masuk DPT,” ujar Imbang Setyawan.
Imbang Setyawan mengatakan, pihaknya memastikan mereka (WNA) juga tidak bisa mencoblos, meski dengan alasan pindah memilih. Karena basis dasar pindah memilih, seorang pemilih harus terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Kalau dia tidak terdaftar di DPT itu mereka masuk Daftar Pemilih Khusus (DPK), dan salah satu identitas yang harus dibawah e-KTP. Bagi pemilih yang pindah memilih tentunya harus terdaftar dulu di DPT, sehingga kalau ada WNA disini harus dicoret dari DPT. Tentunya untuk peluang pindah memilih tidak ada, karena basis awal orang yang hendak pindah memilih itu harus terdaftar di DPT asal,” katanya.
Ketua KPU Kabupaten Pati Imbang Setyawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berkonsentrasi pada pekerjaan sortir dan pelipatan surat suara, sambil menunggu pengiriman logistik kebutuhan pemilu lainnya.(∙)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla