15 Tahun Vonis untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di Gabus

Pati, Margorejo – Persidangan kasus pembunuhan berencana yang terjadi di depan SMPN 1 Gabus, 19 Oktober 2018 lalu telah usai. Ini setelah Majelis Hakim yang menyidangkan kasus tersebut menjatuhkan vonis kepada terdakwa pelakunya. Pada sidang pembacaan putusan ini, mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian untuk mengantisipasi kericuhan dari masa yang turut datang dan melihat jalannya persidangan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati yang menyidangkan kasus pembunuhan berencana telah menjatuhkan putusan hukuman kepada terdakwa pelakunya Dwi Sulistiyo warga Desa/Kecamatan Gabus, Senin pagi (11/3/2019). Sementara istri terdakwa Indah Lestari terkulai lemas mendengar putusan hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada suaminya itu.
Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Lisfer Berutu SH MH didampingi Hakim Anggota Niken Rochayati, SH. MH dan Rida Nur Karima SH MHum dalam amar putusannya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa berusia 27 tahun itu dengan lima belas tahun kurungan penjara dikurangi selama dalam tahanan. “Menyatakan terdakwa Dwi Sulistiyo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena melakukan pembunuhan berencana yang mengakibatkan matinya orang lain sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP,” kata Hakim Ketua Lisfer Berutu SH saat membacakan putusannya.
Putusan itu dengan pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain. Sedang pertimbangan yang meringankan, terdakwa sebagai sosok kepala keluarga dan tulang punggung keluarga.
Atas putusan itu, terdakwa Dwi Sulistiyo didampingi pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Agus Wibowo SH MH dan rekan menyatakan menerima, sedang tiga Jaksa Penuntut Umum (Indah Kurnianingsih SH, Agungsih Warastini SH dan Eko Yulianto SH MH) menyatakan pikir-pikir selama sepekan. “Kami pikir-pikir terhadap putusan ini, Yang Mulia,” kata Jaksa Indah Kurnianingsih SH.
Putusan tersebut lebih ringan lima tahun dari tuntutan Jaksa. Pada sidang sebelumnya, Jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman maksimal yakni dua puluh tahun kurungan penjara.
Seperti yang kami siarkan, pembunuhan rencana itu terjadi karena terdakwa merasa ditantang, karena mendapat keluhan dari istrinya yang menolak bertemu dengan korban. Bahkan korban sempat mengancam akan menghabisi keluarga terdakwa. Terdakwa Dwi Sulitstiyo dengan mengendarai sepeda motor akhirnya menemui korban Sugiarto 43 tahun warga Desa Brati Kecamatan Kayen di depan SMPN 1 Gabus, sekitar pukul 1.00 dinihari. Korban Sugiyarto langsung menyerang terdakwa dengan bambu runcing saat mendekatinya. Namun tangkisan terdakwa justru membuat korban hilang keseimbangan, dan sebaliknya terdakwa menyerang korban. Ayunan parang ditangan terdakwa mengenai leher hingga akhirnya korban terjatuh. Terdakwa pun semakin kalap mengarahkan parangnya ke tubuh korban delapan kaki, meski korban minta tolong dan menyuruh pergi empat orang yang sempat melihat perbuatan terdakwa. Polisi akhirnya menangkap terdakwa Dwi Sulistiyo, sehari setelah kejadian di rumah saudaranya di daerah Sukolilo.(●)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla