40 M Biaya Pengerukan Pendangkalan di Sungai Juwana

Pati, Kota – Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana akan menormalisasi pendangkalan di Sungai Juwana. BBWS menargetkan pengerukan tersebut, selesai sebelum akhir tahun ini. Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana empat puluh milyar rupiah, untuk normalisasi pendangkalan di Sungai Juwana. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana yang menangani proyek normalisasi tersebut akan memulainya pada pertengahan April mendatang.

Usai Sosialisasi Normalisasi Sungai Juwana di ruang rapat Joyokusumo Setda Pati, Selasa (12/3/2019), Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Adi Sumardani mengatakan, proyek yang ditanganinya tersebut pengerukan Sungai Juwana yang mengalami pendangkalan. “Jadi kita fokus mengeruk sekitar tiga hingga empat meter kedalamannya. Pengerukan memang sengaja dilakukan dari muara, karena kita harus membuka atau mengeruk dulu di muara, supaya sedimen itu bisa keluar baru setelah itu kita lakukan pengerukan di hulu,” tuturnya.
Adi Sumardani mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pelelangan kontrak proyek. Setelah ada pemenang kontraknya, proyek akan segera dilakukan hingga selesai pada Oktober mendatang. Karena proyek tersebut menggunakan dana atau pembiayaan tahun tunggal (single year), yang harus selesai pada tahun ini juga. “Ini sebetulnya butuh anggaran yang cukup banyak. Karena penanganan ini tidak sekadar normalisasi, tapi juga ada bendungan ada sodetan. Ini butuh waktu untuk penanganan secara keseluruhan. Belum lagi anggaran harus diusulkan lebih dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HNSI Kabupaten Pati Rasmijan menyatakan dukungannya terhadap proyek normalisasi yang sudah lama ditunggu-tunggu para nelayan di wilayah Juwana. “Karena selain untuk menanggulangi bencana, proyek normalisasi juga menunjang perkembangan perikanan di Juwana,” katanya.
Ketua HNSI Kabupaten Pati Rasmijan juga berharap kepada pemilik tambak untuk merelakan sebagian tanahnya yang nantinya terkena normalisasi.(●)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla