Cetak
Dilihat: 245

Pati, Kota – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana belum akan melakukan normalisasi Sungai Silugonggo secara keseluruhan. Tahun ini, normalisasi baru menyasar pengerukan pendangkalan di wilayah Juwana, sedang di tempat-tempat lain yang mengalammi pendangkalan, seperti di di Desa Talun dan Desa Pasuruan Kecamatan Kayen, serta di Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo masih menunggu alokasi anggaaran.

Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, tahun ini dengan anggaran Rp40 milyar, hanya akan mengerjakan normalisasi sepanjgan lima kilo meter di wilayah Kecamatan Juwana. Sedang untuk beberapa tempat yang mengalami pendangkalan seperti di Desa Talun dan Desa Pasuruan Kecamatan Kayen, serta Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo akan dilakukan setelah ada alokasi anggaran untuk pengerjaannya.
Saat diwawancara di sela-sela sosialisasi normalisasi Sungai Juwana di ruang rapat Joyokusumo Pati, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Adi Sumardani menyatakan pihaknya, hanya akan melakukan normalisasi Sungai Silugonggo di wilayah Juwana. Sedang untuk pendangkalan-pendangkalan di beberapa tempat lain pihaknya belum ada rencana. “Itu mungkin nanti, karena ini anggarannya hanya Rp40 milyar fokusnya menangani pendangkalan yang di muara. Mungkin nanti ada bidang OP dari BBWS juga yang akan kita koordinasi juga biar bisa dilaksanakan normalisasi di tempat-tempat yang mengalami pendangkalan itu,” ujarnya.
Adi Sumardani juga menjelaskan, sistem menanganan normalisasi sungai memang dari muara, bukan dari hulu. Ini untuk membuka jalur lebih dulu, agar tidak ada penyumbatan di muara sungai. “Kalau normalisasi dari hulu kan tetap saja sendimentasi tidak akan keluar. Jadi kita buka dulu di muara supaya sendiment itu tetap keluar, dari situ kemudian normalisasi ke daerah hulu,” ujarnya.
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Adi Sumardani mengatakan, saat normalisasi berjalan akan dimulai dari Jembatan Juwana ke selatan menuju ke muara. Itu untuk menghindari kendala saat penumpukkan kapal yang mulai sandar memasuki pertengahan puasa hingga sebulan setelah lebaran.(●)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s