Wagub Taj Yasin Instruksikan Setiap Desa di Jawa Tengah Miliki Operator SRLT

Pati, Kota – Pemerintah Provinsi menginstruksikan kepada kabupaten/kota di Jawa Tengah agar desa-desa yang ada di wilayahnya memiliki tempat informasi Sistem Rujukan Pelayanan Terpadu (SRLT). Sehingga masyarakat cukup di desa saja untuk mendapatkan kepastian soal program pengentasan kemiskinan dari pemerintah.
Selama ini pemberian program pengentasan kemiskinan dari pemerintah, sering bermasalah. Seperti halnya program tersebut kurang tepat sasaran, sehingga timbul gejolak di masyarakat. Baik itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun program-program pengentasan kemiskinan yang lain.

Usai membuka Sosialisasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) di ruang rapat Penjawi Setda Pati Kamis (14/3/2019), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan, pemerintah Jawa Tengah bersama Kementerian Sosial RI memang sengaja menyosialisasikan program Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) itu, agar masyarakat mendapatkan kepastian informasi siapa saja yang terjaring program tersebut. “Kami berharap, karena Pati ini sudah ada programnya tinggal menunjuk satu atau dua orang untuk menjadi operator rujukan dari masyarakat. Syukur-syukur kalau disosialisasi hingga ke desa-desa sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke kabupaten langsung. Cukup di desa masing-masing untuk memberikan pertanyaan dan tadi dijelaskan aplikasi untuk program-program rujukan terpadu itu sudah ada tinggal siapa yang mau melakukan itu,” ujarnya.
Menurut Wagub Taj Yasin, pemerintah saat ini memang sedang membutuhkan penggerak-penggerak khususnya masyarakat yang melek teknologi informatika dan digital, untuk menangani program SLRT ini. Mereka akan diberikan password untuk login sehingga bisa memperbaharui data kemiskinan di desa masing-masing. Menyinggung anggapan masyarakat, penerima program hanya diberikan kepada warga yang dulunya mendukung kades dalam pemilihan, Wagub Taj Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada akhir Januari lalu telah menginisiasi memberikan surat langsung kepada masyarakat untuk memantu program itu secara langsung. “Kami menginstruksikan kepada desa-desa memasang basis-basis data terpadu yang menerima semua program dari pemerintah. Kalau masuk ke situ kita akan melayani dan saya mengajak seluruh OPD untuk mengambil data itu di dinas sosial. Setelah dari dinas sosial itu diverifikasi dan divalidasi kebenarannya,” kata Wagub Jawa Tengah.
Wagub Jawa Tengah Taj Yasin memuji langkah Pemkab Pati yang telah berani mengeluarkan lima ratus nama kepala keluarga bahkan diantaranya ada yang serta merta mengundurkan diri dari data penerima program pengentasan kemiskinan.(●)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla