Diangkat ASN Tenaga Kesehatan PTT Tasyakuran Bersama Imam Suroso

Pati, Kota – Sejumlah tenaga kesehatan dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT) se-Jawa menggelar tasyakuran bersama anggota DPR RI Imam Suroso, di Hotel Gritrary Perdana Hotel Pati, Minggu kemarin (8/4/2019). Tasyarkuran itu mereka lakukan setelah pemerintah mengangkat mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemerintah Pusat belum lama ini mengangkat empat ribu seratus empat puluh tiga Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga kesehatan se-Indonesia, seperti bidan, dokter gigi, dokter umum menjadi ASN. Upaya dari PTT menjadi ASN tersebut, mereka lakukan dengan perjuangan panjang selama hampir empat tahun dengan delapan kali unjuk rasa dari kabupaten/kota, provinsi hingga DPR RI dan ke kementerian terkait.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Bidan PTT se-Jawa Tengah Lina Mardiana mengaku, perjuangannya bersama ribuan tenaga kesehatan se-Indonesia berlangsung sejak 2013 lalu. Ini bermula dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 tahun 2013 yang menyebutkan masa perpanjangan kontrak maksimal tiga kali, dengan satu kali kontrak tiga tahun, adanya SE Menkes tentang perpanjangan kontrak selama tiga tahun hingga terbitnya UU Nomor 5 tahun 2015 tentang ASN, bahwa yang boleh melamar CPNS maksimal berusia 35 tahun. “Sehingga pada 21 Februari 2017 itu hari kebahagiaan adik-adik kami semua, sekaligus meninggalkan kakak-kakaknya kami yang berusia 35 tahun. Dari situlah cambuk bagi kami untuk terus berjuang mencari solusi CPNS berkeadilan bagi kami yang sudah usia 35 tahun keatas, kami turun lagi ke jalan, loby-loby kita juga menghadap Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinkes Jawa Tengah, anggota dewan seperti Imam Suroso yang membantu dari daerah hingga ke pusat,” tuturnya.
Akhirnya pada 2018, kata Ketua Forum Komunikasi Bidan PTT se-Jawa Tengah Lina Mardiana, mulai ada titik terang dengan lahirnya Kepres Nomor 25 tahun 2018 tentang jabatan tertentu (bidan, dokter, dan dokter gigi) PTT yang bisa diangkat menjadi ASN dengan usia batas maksimal empat puluh tahun.
Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso yang turut menghadiri tasyarakuran itu berharap, setelah menyandang status ASN para bidan, dokter dan dokter gigi yang semula PTT, lebih meningkatkan semangat kinerja dan sebaik-baiknya dalam upaya menolong kemanusiaan. “Karena mereka telah kita bantu berjuang dengan berdarah-darah, Alhamdulillah sudah PNS (ASN) gratis tanpa sepeser pun rupiah yang mereka keluarkan. Saya juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi, karena sekrang juga sudah PNS (ASN). Mereka ini juga sudah mengawaki menurunkan angka kematian ibu dan anak. Ternyata mereka lah (bidan, dokter dan dokter gigi PTT) ujung tombak kita menjadikan masyarakat sehat,” ujar Imam Suroso.
Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso juga berjanji untuk memperjuangkan tenaga honorer kategori II atau K-2 formasi tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan tenaga teknis lainnya.
Se-Indonesia bidan, dokter, dan dokter gigi pegawai tidak tetap (PTT) sejumlah 43.233 orang. Pada 2017 yang diangkat menjadi ASN bidan 37.815 orang, dokter umum 863 orang, dan 412 dokter gigi. Pemerintah pusat per 1 Maret 2019 kembali mengangkat 4.041 bidan, 74 dokter umum, dan 28 dokter gigi. Sementara masih ada yang tertinggal karena usia mereka sudah mendekati pension, diantaranya dari Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Wonogiri.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla