Masyarakat Pertanyakan Tindak Lanjut Penanganan Laporan Dugaan Praktik Politik Uang

Pati, Kota – Beberapa warga masyarakat kembali mendatangi Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati, di Jl Kolonel Sugiyono, Senin siang (8/4/2019). Kedatangan beberapa warga itu, untuk menanyakan tindak lanjut penanganan laporan dugaan bagi-bagi uang dan sumpah di sela-sela acara arisan ibu-ibu di Desa Payang Kecamatan Pati, untuk mencoblos caleg dari salah satu parpol peserta pemilu.
Bawaslu Kabupaten Pati kembali kedatangan masyarakat yang mempertanyakan hingga sejauh mana tindak lanjut laporan dugaan pemberian uang dan sumpah kepada peserta arisan untuk mencoblos salah seorang caleg.

Menurut Slamet Maarif warga Kampung Randukuning Kecamatan Pati, kedatangannya untuk menyampaikan beberapa butir pernyataan terkait dugaan praktik politik uang yang dilaporkan ke Bawaslu Sabtu lalu (6/4/2019). Salah satunya dia menilai, esensi dugaan politik uang disertai menyumpah peserta arisan yang menerima itu adalah tentang hak-hak asazi manusia yang lebih besar potensinya dari pada sekadar politik uang. “Money politic saja sudah salah kok, apalagi ini menekan hak-hak individu tentang hak pilih. Dalam UUD’45 diatur kemudian diatur lagi lewat UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM ini secara nasional. Sedang secara internasional, hak setiap warga itu diatur Declaration of Independent, ini oknum–oknum dari salah satu partai tertentu itu menghalang-halangi kebebasan hak memilih. Ini esensi yang harus dipegang bahwa demokrasi itu tidak boleh pemaksaan. Tapi esensi demokrasi itu, indah, tertawa dan ada kebebasan menjamin warga Negara untuk bebas memilih. Seharusnya yang diajukan dan ditawarkan oleh caleg-caleg itu bukan melalui pressure-presure yang demikian,” ujarnya.
Slamet Maarif mengatakan, esensi demokrasi itu menciptakan keindahan dan membuat semua yang terlibat senang dalam perbedaan pandangan politik, serta kebebasan menjamin warga negara untuk bebas memilih.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Achmadi mengatakan, terkait dengan laporan dugaan praktik politik uang pihaknya masih mendalami dari bukti-bukti formil dan materiil untuk dibahas dalam rapat pleno internal sebelum digelar di sentra gakumdu yang melibatkan kepolisian dan kejaksaan. “Disitu kami Bawaslu akan menyampaikan semua bukti-bukti yang disampaikan oleh pelapor dan akan kami pertahankan barang bukti ini agar terpenuhinya P21 biar bisa ditindaklanjuti di Pengadilan,” katanya.
Sementara aktifis LSM Riyanta berharap masyarakat menunggu hasil dari tindak lanjut rapat pleno Bawaslu, bersama unsur kejaksaan negeri dan kepolisian.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla