PNS Dispertan Pati Divonis Bebas Dalam Perkara Pemalsuan Surat

Pati, Margorejo – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan putusan (vonis) bebas terhadap terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat. Majelis Hakim menjatuhkan putusannya (vonis) itu pada sidang Senin lalu (8/4/2019).
Seorang terdakwa pemalsuan surat bernama H Suwono,  57 tahun  warga Desa Alasdowo, Rt.05/Rw.02, Kecamatan Dukuhseti, akhirnya dapat bernafas lega. Setelah Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas kepadanya atas dakwaan membuat surat palsu atau memalsukan surat, dan penggunaan surat palsu atau yang dipalsukan seolah-oleh sejati.

“Majelis Hakim menyatakan H Suwono PNS Dispertan Pati, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum. Terdakwa didakwa dengan dakwaan alternatif, pada dakwaan alternatif kesatu melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP sedangkan dalam dakwaan alternatif kedua melanggar pasal 266 ayat (2) KUHP,” demikian Hakim Ketua Niken Rochayati SH MH didampingi Hakim Anggota Agung Irawan SH MH dan Dyah Retno Yuliarti SH MH.
Humas Pengadilan Negeri Pati Agung Irawan ketika dihubungi awak media menjelaskan, dalam pertimbangan Majelis Hakim terhadap kedua dakwaan tersebut, ternyata perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur surat atau dakwaan tidak terbukti, sehingga terdakwa harus dibebaskan. “Sebelumnya, terdakwa H Suwono dituntut oleh Penuntut Umum Heru Haryanta SH, Eko Yulianto SH dan Indah Kurnianingsih SH bersalah dan dipidana semalam 1 (satu) tahun potong masa tahanan,” ujar Agung Irawan.
Atas putusan tersebut, terdakwa yang setiap sidang selalu didampingi Penasihat Hukum Nimerodi Gulo, Sri Wahyuningsih dan Solikhin, menyatakan puas dan mengapresiasi atas putusan Majelis Hakim tersebut, sedangkan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir.
Perkara ini bermula dari kolega bisnis terdakwa H Suwono, bernama H Halim dan Agus Tjahyono Budidarmanto yang melapor ke polisi karena  menganggap terdakwa memalsukan tandatangan H Halim dalam membuat Surat Pernyataan untuk memproses balik nama tanah penggilingan batu di Desa Sumberejo, Kecamatan Gunungwungkal. Tanah itu sebelumnya milik H Margono warga Wonogiri, dengan dibantu oleh Notaris PPAT Edwin Agung, H Halim merasa perbuatan terdakwa mengakibatkan dirinya kehilangan hak kepemilikan atas tanah penggilingan batu tersebut.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla