Pelapor dan Saksi Pelapor Dugaan Politik Uang Urung Hadir

Pati, Kota – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati bersama unsur kepolisian dan kejaksaan yang tergabung di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra-Gakkdumdu) telah menindaklanjuti laporan dugaan praktik politik uang. Hanya saja, tindak lanjuti tersebut masih terkendala dengan ketidakhadiran pelapor dan saksi pelapor yang belum dapat memenuhi pangggilan Bawaslu.

Setelah membahasnya di internal Bawaslu, kasus dugaan praktik politik uang yang didahului dengan sumpah kepada penerimanya, telah meningkat ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkdumdu).
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Achmadi menyatakan, hasi dari rapat pleno, Sentra Gakkumdu telah melayangkan surat panggilan kepada pelapor dan saksi pelapor dalam perkara dugaan pidana pemilu tersebut. “Hasil dari kami melakukan rapat dengan Sentra Gakkumdu pada Kamis lalu (11/4/2019), ditindaklanjuti dengan pemanggilan Jumat (12/4/2019) pukul 14.00 kami mengundang pelapor yang bernama Kholisa dan pihak saksi pelapor Stih Haryanik, dan Nur Haminah. Namun sampai pukul 16.46 tidak hadir. Ini tadi tadi kebetulan jam 16.30 pelapor lewat pendampingnya atau yang memberi informasi bahwa pelapor dan saksi pelapor tidak bisa hadir,” katanya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Achmadi mengatakan, karena pelapor dan saksi pelapor belum dapat hadir Sentra Gakkumdu yang melibatkan unsur kepolisian dan kejaksaan tersebut, mengagendakan pemanggilan kembali. Sentra Gakkumdu akan memintai keterangan keduanya terkait laporan dugaan praktik politik uang yang diawali penyumpahan oleh peserta arisan untuk mencoblos caleg yang didukungnya dari salah satu parpol.
Sementara pelapor Kholisa yang diwawancara usai melapor ke Bawaslu pada Jumat (5/4/2019) lalu menjelaskan, dugaan praktik politik uang itu terjadi pada Kamis sore (4/4/2019). Waktu itu sekitar tiga puluh orang yang sedang mengikuti arisan ibu-ibu warga Desa Payang Kecamatan Pati, satu per satu disumpah kemudian diberikan amplopan berisi uang oleh seseorang yang mengaku tim sukses dari caleg DPRD Kabuapten Pati dari salah satu parpol di daerah pemilihan satu. “Intinya untuk mencoblos caleg tersebut. Seperti itu, calegnya sendiri hadir? Engga. Cuma tim suksesnya saja,” jelasnya.
Kholisa berharap, dengan laporannya itu tidak terjadi lagi praktik-praktik politik uang pada Pemilu Serentak 2019, dan bagi pelaku-pelakunya ditindak tegas.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla