HARDIKNAS AJANG PERMOHONAN MAAF MENDIKBUD DALAM PENYELENGGARAAN UN

Bagikan
FaceBook  Twitter

pasfmpati.net (Pati, Kota) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh, menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2013 ini, sebagai ajang permohonan maaf atas penyelenggaraan UN setingkat SMA yang amburadul. 

Permohonan maaf Mendikbud, Muhammad Nuh tersebut, terungkap dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Pati, Haryanto, pada peringatan Hardiknas, di Alun-alun Pati, Kamis pagi, 2 Mei 2013.

“Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf  setulus-tulusnya  atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional Tingkat SMA sederajat tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” kata Mendikbud dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Haryanto.

Ditambahkannya, layanan pendidikan mampu menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai prinsip pendidikan untuk semua (Education for All), tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan. termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Bahkan tahun ini, Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk Bantuan Siswa Miskin (BSM).

“Dalam kesempatan ini  pula saya ingin mengajak kepada semua pencinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti. Kita ingin memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah,” katanya.

Dalam peringatan Hardiknas di Pati tahun ini, SMA PGRI 2 Kayen mendapat kado istimewa dari keberhasilan salah seorang muridnya, Aprillyani Sofa Marwaningtyaz, meraih medali perak pada International Young Inventor Project Olympiad (IYIPO), di Gerogia, beberpa pekan lalu.(*)